Thursday, July 7, 2011

inilah sunnah sunnah di bulan ramadhan


1.   Sahur dan mengakhirinya
      “Bersahurlah kamu, karena dalam sahur terdapat berkah”. (Muttafaq ‘Alaih).

2.   Cepat berbuka
      “Manusia adalah selalu baik, selama mereka cepat berbuka” (Muttafaq ‘alaih)

3.   Tidak mengeluarkan kata-kata kotor
      “Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya.” (HR. Bukhari).

4.   Berdo’a ketika berbuka, dan sementara berpuasa
      “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, diwaktu ia berbuka tersedia do’a yang maqbul.” (HR. Ibnu Majah)
      “Ada tiga golongan yang tidak ditolak do’a mereka. Yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya.” (HR. Tirmidzi)

 5.   Murah Hati
      “Rosulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan sifat dermawannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadhan, yakni ketika ia ditemui oleh Jibril.”

 6.   Mempelajari Al-Qur’an
 
 7.   Giat beribadah pada sepuluh hari terakhir
      “Bahwa Nabi SAW bila telah masuk puluhan terakhir dari bulan Ramadhan, diramaikannya waktu malam, dibangunkannya keluarganya dan diikat erat-erat kain sarungnya.”

kutbah Rasulullah menjelang ramadhan

kutbah Rasulullah menjelang ramadhan. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang telah Alloh jadikan shaumnya (puasanya) wajib, dan qiyamullailnya suatu keutamaan.

Barang siapa mendekatkan diri kepada Alloh dengan suatu pekerjaan kebaikan di dalamnya, samalah dengan orang yang melaksanakan suatu fardhu pada bulan lainnya. Ramadhan adalah bulan sabar, sedang sabar itu pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan pemberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Alloh memberikan rezeki kepada kaum mukminin di dalamnya.

Barangsiapa memberikan makanan berbuka di dalamnya kepada seseorang yang shaum, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari api neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang shaum tanpa sedikitpun berkurang.

Para sahabat berkata, ‘’Yaa Rosulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan untuk berbuka puasa’’. Maka jawab Rosulullah: ‘’Alloh memberi pahala ini kepada orang yang memberi sebutir kurma, seteguk air atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barang siapa yang meringankan beban dari budak sahaya (dalam hal ini temasuk pembantu) niscaya Alloh mengampuninya dan memerdekakannya dari api neraka. Oleh karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan: Dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Rabb-mu dan dua perkara lagi kamu sangat menghayatinya.

Dua perkara pertama adalah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tiada ilah selain ALLOH, dan memohon ampun kepadaNya. Dua perkara yang sangat kamu butuhkan ialah memohon surga dan perlindungan dari api neraka. Barang siapa yang memberi minum kepada orang yang berpuasa, niscaya Alloh memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang tidak merasakan haus sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.’’ (HR. Ibnu Huzaimah).

demikian kutbah Rasulullah menjelang ramadhan semoga Allah memudakan amal kita.

Friday, March 25, 2011

Kembali ke Pesantren

Kembali ke Pesantren. Dulu banyak anggota masyarakat pedesaan masuk NU karena mereka ingin selamat. Artinya mereka ingin bermakmum kepada para Kyai yang menganut ajaran Islam Ahlussunnah wal jama'ah karena diyakininya akan selamat dunia-akhirat. Namun kini berbondong-bondong para elit masuk NU katanya ingin menyelamatkan NU. Ada apa dengan NU?

Selama dua hari ini (26-27 Maret) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menggelar rapat pleno di Jogjakarta. Judul tulisan "Kembali ke Pesantren", mengingatkan kita dengan buku harian yang ditulis oleh alm KH Saifuddin Zuhri (Mantan Menteri Agama RI yang juga mertua KH Sholahuddin Wahid) berjudul "Berangkat dari Pesantren".

Dari buku setebal 500-san halaman itu pembacanya dibawa masuk dalam pergulatan hidup orang-orang desa yang setiap aktifitasnya melekat kultur NU dengan Kyai sebagai pimpinan masyarakat dan pondok pesantren sebagai sentral kegiatan keagaaman dan social.

Setelah dalam 10 tahun terakhir pesantren banyak mengalami tarik-menarik kepentingan politik, tiba-tiba KH. Said Agil Siraj sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar di Sulawesi Selatan 2010 dalam pidato sambutannya tegas menyampaikan bahwa misi NU di bawah nahkodanya akan kembali ke pesantren. Prioritas program NU di pesantren akan menitik beratkan pada pengembangan pendidikan bagi warga Nahdliyin.

Sub Kutur

Jauh sebelum gagasan "Community Development" dituangkan oleh Jim Ife (2000) menjadi kajian akademik ilmu social, pesantren di pedesaan tak hanya memikirkan konsep yang bersifat teoritik bahkan telah menerapkannya sejak ratusan tahun silam. Paling tidak kita bisa menelusuri dari lembaran sejarah negeri ini bagaimana Islam disebarkan secara meluas. Pesantren Ampel Denta Surabaya di anggap sebagai pesantren tertua yang melahirkan pemimpin masyarakat bernama Raden Fattah sebagai cikal bakal lahirnya gerakan wali songo (1478-1518 H).

Posisi dan peran pesantren yang selama ini di anggap kolot dan tradisional mulai masuk dalam bahasan akademis setelah diangkat oleh Cliffort Geerts dalam penelitian panjangnya di sekitar Kediri Jawa Timur. Buku Geertzs berjudul Abangan, Santri, Priyayi itu membuka mata para intelektual yang sebagian besar berada di kota untuk mengkaji persoalan social, budaya dan nilai-nilai yang selama ratusan tahun bertahan di pedesaan.

Geertz menyebut pesantren sebagai sub kultur masyarakat (khususnya Jawa) karena sampai hari inipun pesantren sebagai intitusi pendidikan menyatukan dirinya integral bersama masyarakat, memilliki basis social yang sangat kuat dan jejaring yang juga kuat.

Di pesantren tak hanya ada aktifitas belajar mengajar agama yang dilakukan santri kepada Kyai, namun juga ada kegiatan bela diri (namanya bermacam-macam, salah satunya bela diri pagar nusa), juga ada aktifitas mengobati masyarakat yang sedang sakit dengan menggunakan ramuan Jawa (semacam jamu), konsultasi pertanian (tentang hari baik bercocok tanam), mencari jodoh sampai pada kegiatan menyusun strategi melawan penjajah belanda.

Dalam lembaran sejarah pergerakan nasional, kita tentu masih mengingat peristiwa yang mendasari Surabaya dijadikan sebagai kota Pahlawan. Ketika itu para Kyai pesantren di Jawa Timur berkumpul untuk menyusun sikap dan strategi menghadapi penjajah.

Dari pertemuan tersebut lahir kesepakatan yang bernama resolusi Jihad yakni jika penjajah melakukan gerilya dalam radius 500 meter, rakyat diperkenankan untuk melakukan perlawanan (Ahmad, 2000). Sebagai benteng rakyat ketika itu adalah pesantren Tebu Ireng yakni pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari (kakek alm Gus Dur). Di pesantren inilah masyarakat menyiapkan kebutuhan kosumsi dan akomodasi lain para pejuang (Susianah, 2005).

Kapital Sosial Pesantren

Pertanyaan mengapa pesantren bertahan sampai ratusan tahun lamanya agaknya bisa di analisis dengan menggunakan konsep kapital sosial ala Portes. Alejandro Portes adalah Sosiolog yang mengkonsentrasikan kajiannya pada interaksi sosial dengan aktifitas ekonomi. Portes dalam Damsar (2009) mengajukan empat sumber kapital sosial yakni nilai, solidaritas, resiprositas dan kepercayaan.

Tradisi pesantren dengan dinamikanya memegang teguh untuk menjalankan misi dakwah ”li kalimatillah”, tanpa bertendensi mendapatkan keuntungan materi. Kyai atau manajemen pesantren tidak membebankan biaya belajar yang tinggi seperti lembaga pendidikan pada umumnya.

Di sinilah kita bisa melihat bagaimana besarnya solidaritas para orang tua santri yang oleh Portes disebutnya sebagai sumber kapital sosial, merasa bahagia atau mendapat keuntungan besar dari pesantren. Anak-anak mereka yang dulunya tidak punya sopan santun, ketika masuk pesantren menjadi pribadi yang berbudi luhur dan bahkan menjadi anak sholeh. Luapan bahagia para orang tua santri biasanya diapresiasikan dengan pemberian hasil-hasil bumi kepada Kyai tanpa Kyai atau pesantren memintanya.

Secara matematis, para ahli ekonomi atau sosiolog bisa mengkalkulasi berapa banyaknya hasil-hasil bumi yang bernilai materi beredar di pesantren. Jika satu orang tua santri mengirimkan hasil buminya 20 kg beras sedangkan di pesantren tersebut terdapat 1000 santri? Ini hanya perkiraan rataan. Tidak sedikit para orang tua santri yang sangat bahagia karena anak-anaknya mendapat ilmu agama juga mengirimkan tanah untuk di waqafkan kepada pesantren. Semua hasil bumi tersebut dikelola tidak hanya semata untuk kebutuhan Kyai dan keluarganya namun juga untuk mengembangkan pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Pesantren sebagai institusi agama juga memiliki jaringan sosial yang tidak pernah diperhitungkan oleh kalangan ilmuwan sosial. Para antropholog baru mulai menjadikan pesantren sebagai bagian dalam bahasa sub kultur ketika Geertzs mulai mengadakan penelitian mendalam tentang karakteristik masyarakat Jawa yang kemudian terkenal dengan bukunya "Religion of Java".

Zamakhsari Dhofir (1982) menyebutkan bahwa posisi Kyai tidak saja sebagai pemimpin agama namun juga sebagai pemimpin gerakan sosial politik di masyarakat. Di samping memiliki jaringan sosial yang kuat di masyarakat, pesantren juga memiliki jaringan yang kuat antar pesantren. Sebagian besar pengasuh pesantren tidak saja memiliki keterikatan sama dalam hal pola pikir, paham keagamaaan namun juga memiliki kekerabatan yang sangat kuat.

Hubungan santri dan Kyai tidak terputus begitu saja meski sang satri sudah berkiprah di masyarakat. Para santri yang dulunya mendapat ilmu dan pengetahuan pesantren banyak yang tampil sebagai pemimpin di masyarakat. Mereka kini juga banyak yang menduduki posisi-posisi penting di jajaran pemerintahan baik itu pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat. Di posisi inilah Portes berpendapat bahwa "nilai" merupakan sumber dari kapital sosial Pesantren. Damsar (2009) memberikan contoh nilai yang dimaksud oleh Portes adalah kegiatan mendidik. Dalam hal ini Kyai berhasil mendidik santrinya sehingga sang santri merasa berhutang budi di kemudian hari ketika ia menjadi pejabat publik.

Besarnya kapital sosial di pesantren pada era reformasi menjadikan elit-elit pesantren yang ada dalam rumah besar pesantren yakni NU tergoda untuk menariknya ke ranah politik. Wal hasil kita bisa menyaksikan banyaknya elit NU di partai politik yang menjadikan pesantren sebagai basis kampanyenya.

Pesantren yang selama ini dikenal dengan NU kecil itu kemudian mengalami gagap adaptasi. Para Kyai yang dulunya sangat anti dengan modernisasi apalagi politik tiba-tiba terjebak pada konflik internal seperti yang kerap terjadi pada saat pemilihan Bupati ketika NU kecil ini memiliki calon lebih dari satu dan semuanya berharap dukungan pesantren.

Sekarang NU sebagai pesantren besar akan dinanti-nantikan perwujudan komitmennya untuk kembali ke pesantren. Seperti kembalinya seorang anak yang telah lama meninggalkan kampung halaman, menuntut ilmu dan pulang untuk mengabdi "li kalimatillah", tidak seperti retoritanya politisi pada masa kampanye. Wallahu’alam.

detikcom Kembali ke Pesantren

Tuesday, March 8, 2011

Ternyata Oh ternyata ...


1. ada yg lebih miskin.
jangan pernah merasa anda adalah orang yang termiskin di dunia. coba lihat, coba lihat ada yang lebih miskin dari kamu. Jangan pernah mengeluh ... bersykurlah. Anda adalah orang kaya, jika Anda tak merasa kaya, mulai saat ini kayakanlah diri Anda dengan kelimpahan ruhani, kelimpahan menderma dengan kondisi yang Anda.

2. ada yg lebih terkenal
Jika anda merasa anda adalah orang yang paling terkenal, maka anda salah. Ada yang lebih terkenal dari Anda. Jadi jangan pernah marah jika ada orang yang tak mengenal Anda, jadilah bijak .. buanglah sombong. Hadapi semua yang terjadi yang menimpa Anda dengan kelapangan hati, senyum yang merekah dan kebijakan hati.

3. Ada yang lebih bahagia dari kita
Usah kau over dalam percaya diri. Banyak yang lebih kaya, yang terpenting dalam hidup ini adalah kesadaran untuk bersyukur pada Allah tuhannya.

4. Ada yang lebih soleh dari kita
Ada yg sama sekali nggak punya apa2, tetapi hidupnya digunakan untuk mengbdi pada Allah dan mengabdi pada manusia dalam pengertian mereka lebih mementingkan kepentingan orang lain dari pada kepentingannya sendiri, sedangkan sebenarnya dia sendiri membutuhkannya. Banyak orang-orang semacam itu. Jangan pernah diri merasa shaleh, dan jangan pernah merasa bersih sementara yang lain itu tidak. Maka tingkatkan kesolehan Anda tanpa harus menghukumi orang lain lebih buruk.

5. Ada orang yang lebih peduli
Lihatlah di kota-kota besar, ada seorang yang pekerjaannya mengambili sampah dimanapun dia berada. Jelas dia memiliki kepedulian dibandingkan dengan orang dikantor yang tak memiliki wawasan lingkungan.

6. ada orang yang lebih berhati-hati
Lebih berhati-hatilah kamu, karena sesungguhnya ada orang yang lebih berhati-hati dari kita, lebih takwa dari kita ... kecemburuan dalam hal ini adalah boleh. Anda harus cemburu dengan orang yang lebih soleh dari Anda, sehingga Anda mengerahkan kemampuan Anda untuk lebih soleh dari mereka yang anda cemburui.

7. Ada orang yag lebih rajin dari kita
serajin-rajin kita ada yang lebih rajin dari kita. Pagi disaat kita sibuk dengan kegiatan yang harus dilakukan, mempersiapkannya... ternyata di saat itu pula ada orang-orang yang sibuk membersihkan masjid, menyapu, mengepel dan sebagainya. Jangan merasa anda adalah orang yang rajin di dunia, tapi mulai hari ini .. lebih-lebihlah untuk rajin.

8. ada orang yang lebih sabar dari kita
jangan merasa anda adalah orang yang paling sabar. ketahuilah ada orang yg lebih sabar dari kita. Jadi .. teruslah berikhtiar untuk menjadi penyabar ... dapatkan ketenangan hati dan memperoleh apa yang Anda citakan dengan sabar yang Anda miliki itu

9. ternyata ada yang lebih dari saya, lebih dari anda, dan lebih dari kita ...
jika kebaikan itu yang Anda lihat dalam diri orang lain ... kejar kebaikan itu hingga Anda mendapatkannya ... sebaliknya jika ada yang lebih buruk dari kita jauhi keburuka itu .. sehingga keburukan itu tak menempel dalam diri kita ...

akhirna ... mari ... MAKSIMALKAN KEAIKAN MINIMALKAN KEBURUKAN ... terus berjuang  dengan sungguh-sungguh...

Tuesday, February 22, 2011

Belajar dari apa yang bisa kita lihat

belajar dari apapun
Lihat air. Dari air kita belajar ketenangan. Manusia kudu seperti air, apapun masalah yang dihadapi dan apapun ujian cobaan yang menimpa. Karena keresahan dan kegundahan hanya akan menambah kebingungan dan tak menyembunyikan hakekat masalah itu.

Rasulullah adalah teladan yang memiliki sifat itu, bahkan dalam keadaan yang begitu genting, beliau tetap menampakkan ketenangan. Ada satu kisah yang mahsur ketika rasulullah dicari-cari oleh orang-orang kafir yang salah satunya adalah Surakah yang pada waktu itu ada wara-wara siapa saja yang dapat membunuh Rasulullah dia akan mendapatkan hadiah yang begitu BIG, tak seorangpun dari kalangan kaum kafir yang tak tergoda.

tapi apa yang terjadi ketika sang pelaku hendak membunuh Nabi dan selalu mendapatkan kesialan yang memungkinkan Nabi untuk menghabisinya, ternyata Nabi tetap tenang sampai Surakah heran, kuk ada manusia yang mempunyai sifat itu yang dikemudian hari setelah penaklukan makah Surakah masuk Islam. Sebuah sifat yang sungguh tenang damai dan berjangka panjang.

Sebagai seorang muslim rasul adalah teladan, jadi sudah seharusnya sikap tenang ini ada dalam diri kaum muslim dalam menghadapi masalah. tidak mudah di provokasi yang pada akhirnya akan merugikan kaum muslim sendiri seperti yang kini tengah terjadi. jadi ketenangan dalam bersikap dan terkendali tidak akan membawa pada apapun kecuali ketenangan itu sendiri.

Lihat batu. Dari batu kita belajar ketegaran. Ketegaran adalah satu satu sikap yang harus dimiliki agar seseorang tidak memiliki sikap plin-plan. bagi pemuda muslim misalnya, ketegaran akan membawa dia pada keistiqomahan pada agamanya, sehingga gadis cantik tidak akan menggoyahkan imannya apalagi sampai meninggalkan (murtad) dari agamana. Lihat lah batu... dan jadilah tegar.

Tapi ini bukan berarti terus memakai akik bertuah untuk ketegaran, karena maksudnya bukan seperti itu. Pembelajaran dari sesuatu ini dimaksudkan untuk mencantolkan satu pemahaman sehingga Anda akan teringat. Ingat air ingat ketenangan, ingat batu ingat ketegaran.

Orang tegar itu akan nyaman, tidak mudah dihinggapi sikap moderat. Dia akan mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah tanpa ada kompromi walaupun seringan kapas.

Lihat tanah. Dari tanah kita belajar kehidupan. Lihat-lihat tanah itu? siapapun yang menginjaknya orang muslim, orang kafir, orang musrik ... semua diterima oleh tanah. Tanah hanya akan menunggu kapan mereka yang menginjak-injakku akan masuk dalam perutku.

tak ada yang tak diterima tanah, semuanya diterima. dengan tanah kita belajar kehidupan, apapun yang hadir dalam kehidupan kita adalah sebuah life eksperience yang memiliki arti dan hikmah di sebaliknya.

Lihat kupu-kupu. Dengan kupu-kupu kita belajar perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh mereka yang malas, oleh mereka yang sudah berada dalam zona nyaman, pada mereka yang tidak menginginkan perubahan karena adanya perubahan akan membawa dirinya pada zona tantangan.

padahal fakta menunjukkan bahwa ciri hidup adalah perubahan, tidak berubah berarti mati. Tentu saja yang dimaksud perubahan adalah perubahan yang positif bukan sebaliknya. perubahan yang akan membawa kebaikan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Cobalah berubah ke arah yang lebih baik, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini dimana Anda sedang berdiri sekarang. Langkah awal begitu berat namun ketika sudah dijalani maka perubahan yang didambakan pun akan terwujud. diam tak kan pernah menghasilkan apapun. berjuanglah untuk berubah.

Lihat padi. Dari padi kita belajar rendah hati. Semakin padi itu berisi, semakin padi itu merunduk. Cobalah tuk pahami. Usah kau besitkan sedikitpun rasa lebih tinggi, angkuh dan sombong, karena akhir dari sifat itu adalah kecelakaan dunia dan akhirat. Bukankah sombong itu adalah selendang Allah.

Berimanlah ... karena Dari Allah kita belajar kasih sayang yang sempurna.

Tuesday, February 15, 2011

PAHLAWAN YANG SYAHID DI KAYU SALIB



PAHLAWAN YANG SYAHID DI KAYU SALIB. Kisah Sahabat KHUBAIB BIN 'ADI

Dan kini ....
Lapangkanlah jalan kepada pahlawan ini, wahai para shahabat .... Mari kemari, dari segenap penjuru dan tempat .... Datanglah ke sini, secara mudah atau bersusah payah .... Kemarilah bergegas dengan menundukkan hati ....Menghadaplah untuk mendapatkan pelajaran dalam berkurban yang tak ada tandingannya .... Mungkin anda sekalian akan berkata: "Apakah semua yang telah anda ceritakan kepada kami dulu bukan merupakan pelajaran-pelajaran tentang pengurbanan yang jarang tandingannya?"
Benar ..., semuanya pelajaran, dan kehebatannya tak ada tandingan dan imbangannya .... Tapi kini kalian berada di muka seorang maha guru baru dalam mata pelajaran seni berqurban

.... Seorang guru, seandainya anda ketinggalan menghadiri kuliahnya, anda akan kehilangan banyak kebaikan, kebaikan yang tidak terkira .... Mari bersama kami, wahai penganut aqidah dari setiap ummat dan tempat. Mari bersama kami, wahai pengagum ketinggian dari segala masa dan zaman .... Kamu juga, wahai orang-orang yang telah sarat oleh beban penipuan diri dan berprasangka buruk terhadap Agama dan iman....

Marilah datang dengan kebanggaan palsumu itu .... Marilah, dan perhatikanlah bagaimana Agama Allah itu telah membentuk dan menempa tokoh-tokoh terkemuka.... Marilah perhatikan oleh kalian! Kemuliaan yang tiada bertara... kegagahan sikap, ketetapan pendirian, keteguhan hati ....kepantang munduran ... pengurbanan dan kecintaan yang tak ada duanya....Ringkasnya, kebesaran yang luar biasa dan mengagumkan, yang telah dikalungkan oleh keimanan yang sempurna ke leher pemiliknya yang tulus ikhlas .... Tampakkah oleh anda sekalian tubuh yang disalib itu ... ? Nab, inilah dia judul pelajaran kita hari ini, wahai semua anak manusia! Benar ... tubuh yang disalib di hadapan kalian itulah sekarang yang jadi judul dan mata pelajaran, dan jadi contoh teladan dan sekaligus guru. Namanya Khubaib bin 'Adi. Hafalkan benar dengan balk nama yang mulia ini!

Hafalkan dan dengungkan serta lagukanlah namanya, karena ia jadi kebanggaan dari setiap manusia, setiap agama, dari setiap aliran dan dari setiap bangsa di setiap zaman.
Ia seorang yang cukup dikenal di Madinah dan termasuk shahabat Anshar. Ia sering bolak-balik kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasalam sejak beliau hijrah kepada mereka, lalu beriman kepada Rabbul 'alamin. Seorang yang berjiwa bersih, bersifat terbuka, beriman teguh dan berhati mulia. Ia adalah sebagai yang dilukiskan oleh Hassan bin Tsabit, penyair Islam sebagai berikut:"
"Seorang pahlawan yang kedudukannya sebagai teras orang-orang Anshar. Seorang yang lapang dada namun tegas dan keras tak dapat ditawar-tawar".
Sewaktu bendera perang Badar dikibarkan orang, terdapatlah di sana seorang prajurit berani mati dan seorang pahlawan gagah perkasa yang tiada lain dari Khubaib bin 'Adi ini. Salah seorang di antara orang-orang musyrik yang berdiri menghadang jalannya di peuang Badar ini dan tewas di ujung pedangnya,· ialah seorang pemimpin Quraisy yang bernama al-Harits bin'Amir bin Naufal.
Setelah pertempuran selesai dan sisa-sisa pasukan Quraisy yang kalah kembali ke Mekah, tahulah Bani Harits siapa yang telah menewaskan bapak mereka. Mereka menghafalkan dengan baik nama orang Islam yang telah menewaskan ayah mereka dalam pertempuran itu ialah Khubaib bin )Adi ... !
Orang-orang Islam telah kembali ke Madinah dari perang Badar. Mereka meneruskan pembinaan masyarakat mereka yang baru .... Adapun Khubaib, ia adalah seorang yang taat beribadah, dan benar-benar membawakan sifat dan watak seorang 'abid dan kerinduan seorang 'asyik ....Demikianlah ia beribadat menghadap Allah dengan sepenuh hatinya ...berdiri shalat di waktu malam dan berpuasa di waktu siang serta memahasucikan Allah pagi dan petang....

Pada suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam  bermaksud hendak menyelidiki rahasia orang-orang Quraisy, hingga dapat mengetahui ke mana tujuan gerakan serta langkah persiapan mereka untuk suatu peperangan yang baru .... Untuk itu beliau pilih sepuluh orang dari para shahabatnya, termasuklah di antaranya Khubaib dan sebagai pemimpin mereka diangkat oleh Nabi,'Ashim bin Tsabit.
Pasukan penyelidik ini pun berangkatlah ke tujuannya hingga sampai di suatu tempat antara Osfan dan Mekah. Rupanya gerakan mereka tercium oleh orang-orang dari kampung Hudzail yang didiami oleh suku Bani Haiyan, orang-orang ini segera berangkat dengan seratus orang pemanah mahir, menyusul orang-orang Islam dan mengikuti jejak mereka dari belakang ....
Pasukan bani Haiyan hampir saja kehilangan jejak, kalau tidaklah salah seorang mereka melihat biji kurma berjatuhan di atas pasir .... Biji-biji itu dipungut oleh sebagian di antara orang-orang ini, lalu mengamatinya berdasarkan firasat yang
tajam yang biasa dimiliki oleh bangsa Arab, lalu berseru kepada teman-teman mereka: "Biji-biji itu berasal dari Yatsrib – nama lain dari Madinah -- Ayuh, kita ikuti, hingga dapat kita ketahui di mana mereka berada ... !
Dengan petunjuk biji-biji kurma yang berceceran di tanah, mereka terus berjalan, hingga akhirnya mereka melihat dari jauh rombongan Kaum Muslimin yang sedang mereka cari-cari itu ....'Ashim, pemimpin penyelidik merasa bahwa mereka sedang dikejar musuh, lalu diperintahkannya kawan-kawannya untuk menaiki suatu puncak bukit yang tinggi .... Para pemanah musuh yang seratus orang itu pun dekatlah sudah. Mereka mengelilingi Kaum Muslimin lalu mengepung mereka dengan ketat ....
Para pengepung meminta agar Kaum Muslimin menyerahkan diri dengan jaminan bahwa mereka tidak akan dianiaya. Kesepuluh orang ini menoleh kepada pemimpin mereka 'Ashim bin Tsabit al-Anshari r.a. Rupanya ia menyatakan: "Adapun aku, demi Allah aku tak akan turun, mengemis perlindungan orang mu'syrik ... ! Ya Allah, sampaikanlah keadaan kami ini kepada Nabi-Mu.. .!"

Dan segeralah para pernanah yang seratus orang itu menghujani mereka dengan anak panah .... Pemimpln mereka 'Ashim beserta tujuh orang lainnya menjadi sasaran dan mereka pun gugurlah sebagai syahid. Mereka meminta agar yang lain turun dan tetap akan dijamin keselamatannya sebagai dijanjikan. Maka turunlah ketiga orang itu, yaitu Khubaib beserta dua orang shahabatnya .... Para pemanah mendekati Khubaib dan salah seorang temannya, mereka menguraikan tali-temali mereka dan mengikat keduanya. Teman mereka yang ketiga melihat hal ini sebagai awal pengkhianatan janji, lalu ia memutuskan mati secara nekad sebagaimana dilakukan 'Ashim dan teman-temannya, maka gugurlah ia pula menemui syahid seperti yang diinginkannya....
Dan demikianlah, kedelapan orang yang terbilang di antara orang-orang Mu'min yang paling tebal keimanannya, paling teguh menepati janji dan paling setia melaksanakan tugas kewajibannya terhadap Allah dan Rasul, telah menunaikan darma bakti mereka sampai mati ....

Khubaib dan seorang temannya yang seorang lagi Zaid, berusaha melepaskan tail ikatan mereka, tapi tidak berhasil karena buhulnya yang sangat erat. Keduanya dibawa oleh para pemanah durhaka itu ke Mekah. Nama Khubaib menggema dan tersiar ke telinga orang banyak.... Keluarga Harits bin 'Amir yang tewas di perang Badar, dapat mengingat nama ini dengan baik, suatu nama yang menggerakkan dendam kebencian di dada mereka. Mereka pun segera membeli Khubaib sebagai budak ... untuk melampiaskan seluruh dendam kebencian mereka kepadanya. Dalam hal ini mereka mendapat saingan dari penduduk Mekah lainnya yang juga kehilangan bapak dan pemimpin mereka  di perang Badar. Terakhir mereka merundingkan semacam siksa yang akan ditimpakan kepada Khubaib untuk memuaskan dendam kemarahan mereka, bukan saja terhadapnya tetapi juga terhadap seluruh Kaum Muslimin! Dan sementara itu, golongan musyrik lainnya melakukan tindakan kejam pula terhadap teman Khubaib, Zaid bin Ditsinnah, yaitu dengan menyula atau menusuknya dari dubur hingga tembus ke bagian atas badannya....

Khubaib telah menyerahkan dirinya sepenuhnya, menyerahkan hatinya, pendeknya semua urusan dan akhir hidupnya kepada  AUah  Rabbul'alamin.  Dihadapkannya perhatiannya kepada beribadat dengan Ilwa yang teguh, kebeuanian yang tangguh disertai sakinah atau ketenteraman yang telah dilimpahkan Allah kepada yang dapat menghancurkan batu karang dan melebur  ketakutan.  Allah  selalu  besertanya sementara ia senantiasa beserta Allah.... Kekuasaan Allah menyertainya, seakan-akan jari-jemari kekuasaan itu membarut dadanya...hingga terasa sejuk dingin ....
Pada suatu kali salah seornga puteri Harits datang menjenguk ke tempat tahanan Khubaib yang ada di sekitar rumahnya, tiba-tiba ia meninggalkan tempat itu sambil berteriak, memanggil dan mengajak orang Mekah menyaksikan keajaiban, katanya:
"Demi Allah saya melihat Khubaib menggenggam setangkai besar anggur sambil memakannya ... sedang ia terikat teguh pada besi ...padahal di Makah tak ada sebiji anggur pun.... Saya kira itu adalah rizqi yang diberikan Allah kepada Khubaib.
Benarlah .... Itu adalah rizqi yang diberikan Allah kepada hambanya yang shaleh, sebagaimana dahulu pernah diberikanNya seperti itu kepada Maryam anak 'Imran, yaitu di saat:

"Setiap kali Zakaria masuk Ke dalam mihrabnya, dan ditemukannya rizqi di dekat Maryam .... Katanya: Dari mana datangnya makanan ini hai Maryam. Jawabnya:
la datang dari Allah, sesungguhnya Allah memberi rizqi kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak  terhingga. ...!" (Q.S. 3 Ali Imran: 37)
Orang-orang musyrik menyampaikan berita kepada Khubaib tentang tewasnya serta penderitaan yang dialami shahabat dan saudaranya Zaid bin Ditsinnah r.a. Mereka mengira dengan itu dapat merusakkan urat sarafnya, serta membayangkan dan merasakan derita dan siksa yang membawa kematian kawannya itu. Tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Allah telah merangkulnya dengan menurunkan sakinah dan rahmat-Nya ....Terus mereka menguji keimanannya dan membujuknya dengan janji pembebasan seandairiya ia mau mengingkari Muhammad dan sebelum itu Tuhannya yang telah diimaninya .... Tetapi usaha mereka tak ubahnya seperti hendak mencopot matahari dengan memanahnya .... ! Benar, keimanan Khubaib tak ubah bagai matahari, baik tentang kuatnya, jauhnya maupun tentang panasnya dan cahayanya . ... ! Ia akan bercahaya bagi orang-orang yang mencari cahayanya dan ia akan padam menggelap bagi orang yang menghendakinya gelap. Adapun orang yang menghampirinya dan menentangnya maka ia akan terbakar dan hangus.

Dan tatkala mereka telah berputus asa dari apa yang mereka harapkan, mereka seretlah pahlawan ini ke tempat kematiannya ... mereka bawa ke suatu tempat yang bernama Tan'im, dan di sanalah ia menemui ajalnya ....
Sebelum mereka melaksanakan itu, Khubaib minta idzin kepada mereka untuk shalat dua rakaat. Mereka mengidzinkannya, dan menyangka bahwa rupanya sedang berlangsung tawar-menawar dalam dirinya untuk menyerah kalah dan menyatakan keingkarannya kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya .... Khubaib pun shalatlah dua rakaat dengan khusu', tenang, dan hati yang pasrah .... Dan melimpahlah ke dalam rongga jiwanya, lemak manisnya iman ... maka ia mencintakan kiranya ia terus shalat, terus shalat dan shalat lagi.... Tetapi kemudian ia berpaling ke arab algojonya, lain katanya kepada mereka: "Demi Allah, kalau bukanlah nanti ada sangkaan kalian bahwa aku takut mati, niscaya akan kulanjutkan lagi shalatku...!"
Kemudian diangkatnya kedua pangkal lengannya ke arab langit lain mohonnya: "Ya Allah, susutkanlah bilangan mereka ... musnahkan mereka sampai binasa ... !" Kemudian diamat-amatinya wajah mereka, disertai suatu keteguhan tekad lain berpantun:

Mati bagiku tak menjadi masalah ....Asalkan ada dalam ridla dan rahmat Allah Dengan jalan apapun kematian itu terjadi ....Asalkan kerinduan kepada-Nya terpenuhi Ku berserah menyerah kepada-Nya.... Sesuai dengan taqdir dan kehendak-Nya
Semoga rahmat dan berkah Allah tercurah ....pada setiap sobekan daging dan tetesan darah.

Dan mungkin inilah peristiwa pertama dalam sejarah bangsa Arab, di mana mereka menyalib seorang laki-laki, kemudian membunuhnya di atas salib ... !
Mereka telah menyiapkan pelepah-pelepah tamar untuk membuat sebuah salib besar, lain menyandarkan Khubaib di atasnya, dengan mengikat teguh setiap bagian ujung tubuhnya .... Orang-orang musyrik itu jadi buas dengan melakukan segala kekejaman yang menaikkan bulu roma. Para pemanah bergantian melepaskan panah-panah mereka.
Kekejaman yang di luar batas ini sengaja dilakukan secara perlahan-lahan terhadap pahlawan yang tidak berdaya karena tersalib .... Tapi ia tak memicingkan matanya, dan tak pernah kehilangan sakinah yang mena'ajubkan itu yang telah memberi cahaya kepada wajahnya. Anak-anak panah bertancapan ke tubuhnya dan pedang-pedang menyayat-nyayat dagingnya. Di kala itu saiah seorang pemimpin Quraisy mendekatinya sambil berkata:   "Sukakah  engkau,  Muhammad  menggantikanmu, dan engkau sehat wal'afiat bersama keluargamu?" Tenaga Khubaib pulih kembali, dengan suara laksana angin kencang ia berseru kepada pars pembunuhnya: "Demi Allah tak sudi aku bersama anak isteriku selamat meni'mati kesenangan dunia, sedang Rasulullah kena musibah walau oleh sepotong duri...!"

Kalimat dan kata-kata hebat yang menggugah ini pulalah yang telah diucapkan oleh teman seperjuangannya Zaid bin Ditsinnah sewaktu mereka hendak membunuhnya .... Kata-kata yang mempesona itu yang telah diucapkan oleh Zaid kemarin, dan diulangi oleh Khubaib sekarang ... yang menyebabkan Abu Sofyan, yang waktu itu belum lagi masuk Islam mempertepukkan bedua telapak tangannya sembari berkata kepada penganiaya itu:

"Demi Allah, belum pernah kulihat manusia yang lebih mencintai manusia lain, seperti halnya shahabatahahabat Muhammad terhadap Muhammad ...
Kata-kata Khubaib ini bagaikan aba-aba yang memberi keleluasaan bagi anak-anak panah dan mata-mata pedang untuk mencapai sasarannya di tubuh pahlawan ini, yang menyakitinya dengan segala kekejaman dan kebuasan .... Dekat ke tempat kejadian ini telah berterbangan burung-burung bangkai dan buring-burung buas lainnya, sealah-olah sedang menunggu selesainya para pembantai pulang meninggalkan tempat itu, hingga dapat mendekat dan mengerubungi tubuh yang sudah menjadi mayat itu sebagai santapan istimewa ....Tetapi kemudian  burung-burung tersebut berbunyi bersahut-sahutan lain berkumpul dan saling mendekatkan paruhnya seakan-akan mereka sedang berbisik dan berbicara perlahan-lahan serta saling bertukar kata dan buah fikiran. Dan tiba-tiba mereka beterbangan membelah angkasa, dan pergi menjauh ....jauh...jauh sekali ...-. Seolah-olah burung ini dengan perasaan dan nalurinya tercium akan jasad seorang yang shaleh yang berdekat diri kepada Allah dan menyebarkan baunya yang harum dari tubuh yang tersalib itu, maka mereka segan dan main akan menghampiri dan menyakitinya ... ! Demikianlah burung-burung itu berlalu terbang berbondong-bondong melintasi angkasa dan menahan diri dari kerakusannya ... .

Orang-orang musyrik telah kembali ke Mekah, ke sarang kedengkian, setelah meluapkan dendam kesumat dan permusuhan. Dan tinggaliah tubuh yang syahid itu eiijaga oleh sekelompok para algojo bersenjata tombak dan pedang.
Dan Khubaib, ketika mereka menaruhnya di atas pelepah kurma yang mereka jadikan sebagai kayu salib tempat mereka mengikatkannya, telah menghadapkan mukanya ke arab langit sambil berdu'a kepada Tuhannya Yang Maha Besar, Katanya:

"Ya Allah kami telah menyampaikan tugas dari Rasul-Mu, maka mohon disampaikan pula kepadanya esok, tindakan orang-orang itu terhadap kami ... !"
Do'anya itu diperkenankan oleh Allah .... Sewaktu Rasul di Madinah, tiba-tiba ia diliputi suatu perasaan yang kuat, memberitahukan bahwa para shahabatnya dalam bahaya dan terbayanglah kepadanya tubuh salah seorang mereka sedang tergantung di awang-awang....

Dengan segera beliau saw. memerintahkan shahabatnya Miqdad bin Amar dan Zubair bi" Awwam ..., yang segera menunggang kuda mereka dan memacunya dengan kencang. Dan dengan petunjuk Allah sampailah mereka ke tempat yang dimaksud. Maka mereka turunkanlah mayat shahabat mereka Khubaib, sementara tempat suci di bumi telah menunggunya untuk memeluk dan menutupinya dengan tanah yang lembab penuh berkah....
Tak ada yang mengetahui sampai sekarang di mana sesungguhnya makam Khubaib.? Mungkin itu lebih pantas dan utama untuknya, sehingga senantiasalah ia menjadi kenangan dalam hati  nurani  kehidupan, sebagai seorang pahlawan yang mati syahid di atas kayu salib ... !

Saturday, February 12, 2011

spiritual quantum smile


Senyum menambah nafsu makan?
Senyum memudahkan konsentrasi?
Senyum akan memaksimalkan kecerdasan?
Senyum meningkatkan harga diri?
Senyum akan membangun loyalitas?

Tak ada kerugian ketika engkau mudah tersenyum. Justru, akan banyak manfaat kau raih. Maka tersenyumlah, karena senyuman ikhlas membuat orang yang kau kenal atau orang asing sekalipun akan menyukaimu. Tersenyumlah, karena senyuman ikhlas menenteramkan hati, menyejukkan jiwa dan meredam amarah.


Tersenyumlah, karena akan kau dapati pintu-pintu sehat dalam senyuman ikhlas:
- Meningkatkan kekebalan tubuh
- Melancarkan aliran darah
- Mengurangi risiko penyakit jantung
- Menghasilkan hormon endorphin (obat penenang alami)
- Memijat paru-paru dan jantung
- Meningkatkan kadar oksigen dalam darah
- Mengontraksikan 80 titik-titik saraf
- Melemaskan otot-otot
- Menstimulasi otak kanan dan kiri.

Mari kita budayakan senyum; senyuman ikhlas yang sarat doa dan optimisme. Karena, dalam senyuman ikhlas terkandung kekuatan spiritual nan dahsyat, kunci sukses dunia dan akhirat.
Senyum mampu mengubah keadaan. Senyum menyimpan kekuatan dahsyat. Maka, tersenyumlah!

Friday, February 11, 2011

Pembela Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam



kisah sahabat ZUBAIR BIN AWWAM radhiallahu 'anhu

Pembela Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam
Setiap tersebut nama Thalhah, pastilah disebut orang nama Zubair! Begitu pula setiap disebut nama Zubair, pastilah disebut orang pula nama Thalhah ... ! Maka sewaktu Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mempersaudarakan para shahabatnya di Mekah sebelum Hijrah, beliau telah mempersaudarakan antara Thalhah dengan Zubair.

Sudah semenjak lama Nabi shallallahu alaihi wasalam memperkatakan keduanya secara bersamaan ..., seperti kata beliau: "Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di dalam surga''. Dan kedua mereka berhimpun bersama Rasul dalam kerabat dan keturunan.
Adapun Thalhah bertemu asal-usul turunannya dengan Rasul pada Murrah bin Ka'ab. Sedang Zubair bertemu pula asal-usulnya dengan Rasulullah pada Qusai bin Kilab, sebagaimana
pula ibunya Shafiah, adalah saudara bapak Rasulullah
Thalhah dan Zubair, kedua mereka banyak persamaan satu sama lain dalam aliran kehidupan .... Persamaan di antara keduanya sangat banyak dalam pertumbuhan di masa remaja... kekayaan, kedermawanan, keteguhan beragama dan kegagah-beranian.

Keduanya termasuk orang-orang angkatan pertama masuk Islam  dan tergolong kepada sepuluh orang yang diberi kabar gembira oleh Rasul masuk surga. Keduanya juga sama termasuk kelompok shahabat ahli musyawarah yang enam, yang diserahi tugas oleh Umar bin Khatthab memilih Khalifah sepeninggal-nya....
Akhir hayatnya juga bersamaan secara sempurna ...bahkan satu sama lain tidak berbeda ... !
Sebagaimana telah kita katakan, Zubair termasuk dalam rombongan pertama yang masuk Islam, karena ia adalah dari golongan tujuh orang yang mula-mula menyatakan keislamannya, dan sebagai perintis telah memainkan peranannya yang penuh berkat di rumah Arqam .... Usianya yaitu itu baru limabelas tahun. Dan begitulah ia telah diberi petunjuk, nur dan kebaikan selagi masih remaja .... Ia benar-benar seorang penunggang kuda dan berani sejak kecilnya ...hingga ahli sejarah menyebutnya bahwa pedang pertama yang dihunuskan untuk membela Islam adalah Zubair bin 'Awwam.

Pada hari-hari pertama dari Islam, sementara Kaum Muslimin waktu itu sedikit sekali hingga mereka selalu bersembunyi-sembunyi di rumah Arqam, tiba-tiba pada suatu hari tersebar berita bahwa Rasul terbunuh.
Seketika itu, tiada lain tindakan Zubair kecuali menghunus pedang dan mengacungkannya, lain ia berjalan di jalan-jalan kota Mekah laksana tiupan angin kercang, padahal ia masih muda belia ... ! Ia pergi mula-mula meneliti berita tersebut dengan bertekadad andainya berita itu ternyata benar, maka niscaya pedangnya akan menebas semua pundak orang Quraisy, sehingga ia mengalahkan mereka, atau mereka menewaskan-nya....
Di suatu tempat ketinggian kota mekah, Rasulullah menemukannya, lain bertanya akan maksudnya. Zubair menyampaikan berita tersebut .... Maka Rasulullah memohonkan bahagia dan mendu'akan kebaikan baginya serta keampuhan bagi pedangnya.

Sekalipun Zubair seorang bangsawan terpandang dalam kaumnya, namun tak kurang ia menang,6ung adzab derita dan penyiksaan Quraisy. Yang memimpin penyiksaan itu adalah pamannya sendiri. Pernah ia disekap di suatu kurungan, kemudian dipenuhi dengan embusan asap api agar sesak nafasnya, lalu dipanggilnya Zubair di bawah tekanan siksa: "Tolaklah olehmu Tuhan Muhammad itu, nanti kulepaskan kamu dari siksa ini!"Tantangan itu dijawab oleh Zubair dengan pedas dan mengejutkan: "Tidak !... demi Allah, aku tak akan kembali kepada kekafiran untuk selama-lamanya!" Padahal pada waktu itu ia belum menjadi pemuda teruna, masih belia bertulang lembut ....

Zubair melakukan hijrah ke Habsyi (Ethiopia) dua kali, yang pertama dan yang kedua, kemudian ia kembali, untuk menyertai ketinggalan semua peperangan bersama Rasulullah.
Tak perna ia ketinggalan dalam berperang atau bertempur. Banyaknya tusukan dan luka-luka yang terdapat pada tubuhnya dan masih berbekas sesudah lukanya itu sembuh membuktikan pula kepahlawanan Zubair dan keperkasaannya... ! Maka marilah kita dengarkan bicara salah seorang shahabatnya yang telah menyaksikan bekas-bekas luka yang terdapat hampir pada segenap bagian tubuhnya, demikian katanya: "Aku pernah menemani Zubair ibnul 'Awwam pada sebagian perjalanan dan aku melihat tubuhnya, maka aku saksikan banyak sekali bekas luka goresan pedang, sedang di dadanya terdapat seperti mata air yang dalam, menunjukkan bekas tusukan lembing dan anak panah .... Maka kataku kepadanya: "Demi Allah, telah kusaksikan sendiri pada tubuhmu apa yang belum pernah kulihat pada orang lain sedikit pun ... !" Mendengar itu Zubair menjawab: "Demi Allah, semua luka-luka itu kudapat bersama Rasulullah pada peperangan di jalan Allah .... !"

Ketika perang Uhud usai dan pasukan Quuaisy berbalik kembali ke Mekah, ia diutus Rasul bersama Abu Bakar untuk mengikuti gerakan tentara Quraisy dan menghalau mereka, hingga mereka menganggap Kaum Muslimin masih punya kekuatan, dan tidak terpikir lagi untuk kembali ke Madinah guna memulai peperangan yang baru.

Abu Bakar dan Zubair memimpin tujuhpuluh orang Muslimin. Sekalipun mereka sebenarnya sedang mengikuti suatu pasukan yang menang, namun kecerdikan dan muslihat perang yang dipergunakan oleh ash-Shiddiq dan Zubair, membuat orang-orang Quraisy menyangka bahwa mereka salah duga menilai kekuatan Kaum Muslimin, dan membuat mereka berfikir, bahwa pasukan perintis yang diPimpin oleh Zubair dan ash-Shiddiq dan tampak kuat, tak lain sebagai pendahuluan dari balatentara Rasul yang menyusul di belakang, dan akan tampil menghalau mereka dengan dansyat. Karena itu mereka bergegas mempercepat perjalanannya dan mengambil langkah seribu pulang ke Mekah!

Di samping Yarmuk, Zubair merupakan seorang prajurit yang memimpin langsung suatu pasukan .... Sewaktu ia melihat sebagian besar anak buah yang dipimpinnya merasa gentar menghadapi balatentara Romawi yang menggunung maju, ia meneriakkan "Allahu Akbar" ...dan maju membelah pasukan musuh yang mendekat itu seorang diri dengan mengayunkan pedangnya, kemudian ia kembali ke tengah-tengah barisan musuh yang dahsyat itu dengan pedang di tangan kanannya, menari-nari dan berputar bagaikan kincir, tak pernah melemah apalagi berhenti ....

Zubair radhiallahu anhu . sangat gandrung menemui syahid! Amat merindukan mati di jalan Allah.') Ia pernah berkata: "Thalhah bin Ubaidillah memberi nama anak-anaknya dengan nama Nabi-nabi padahal sudah sama diketahui bahwa tak ada Nabi lagi sesudah Muhammad saw. ... maka aku menamai anak-anakku dengan nama para syuhada, semoga mereka berjuang mengikuti syuhada ... !
Begitulah dinamainya seorang anaknya Abdullah bin Zubair mengambil berkat dengan shahabat yang syahid Abdullah bin Jahasy. Dinamainya pula seorang lagi al-Munzir bin Amr mengambil berkat dengan shahabat yang syahid al-Munzir bin Amar.

Dinamainya pula yang lain 'Urwah mengambil berkat dengan 'Urwah bin Amar. Dan ada pula yang dinamainya Hamzah, mengambil berkat dengan syahid yang mulia Hamzah bin Abdul Muthalib. Ada lagi Ja'far, mengambil berkat dengan syahid yang besar Ja'far bin Abu Thalib. Juga ada yang dinamakannya Mush'ab mengambil berkat dengan shahabat yang syahid Mush'ab bin Umeir. Tidak ketinggalan yang dinamainya Khalid mengambil berkat dengan shahabat Khalid bin Sa'id. Demikianlah ia seterusnya memilih untuk anak-anaknya nama para syuhada, dengan pengharapan agar sewaktu datang ajal mereka nanti, mereka tercatat sebagai syuhada ... !

Dalam riwayat hidupnya telah dikemukakan:"bahwa ia tak pernah memerintah satu daerah pun, tidak pula mengumpul pajak atau bea cukai, pendeknya tak ada jabatannya yang lain kecuali berperang pada jalan Allah ... ". Kelebihannya sebagai prajurit perang tergambar pada pengandalannya pada dirinya sendiri secara sempurna dan kepercayaan yang teguh. Sekalipun sampai seratus ribu orang menyertainya di medan tempur, namun akan kau lihat bahwa ia berperang seakan-akan sendirian di arena pertempuran ..., dan seolah-olah tanggung jawab perang dan kemenangan terpikul di atas pundaknya sendiri. Keistimewaannya sebagai pejuang, terlukis pada keteguhan hatinya dan kekuatan urat syarafnya. Ia menyaksikan gugur pamannya Hamzah di perang Uhud. Orang-orang musyrik telah menyayat-nyayat tubuhnya yang terbunuh itu dengan kejam, maka ia berdiri di mukanya dengan sikap satria menahan gejolak hati dengan memegang teguh hulu pedangnya. Tak ada fikirannya yang lain daripada mengadakan pembalasan yang setimpal, tapi wahyu segera datang melarang Rasul dan Muslimin hanya mengingat soal itu saja ....

Dan sewaktu pengepungan atas Bani Quraidha sudah berjalan lama tanpa membawa hasil, Rasulullah mengirimnya bersama Ali bin Abi Thalib. Ia berdiri di muka benteng musuh yang kuat serta mengulang-ulang ucapannya: "Demi Allah, biar kami rasakan sendiri apa yang dirasakan Hamzah, atau kalau tidak, akan kami tundukkan benteng mereka ... !" Kemudian ia terjun ke dalam benteng hanya berdua saja dengan Ali.... Dan dengan kekuatan urat syaraf yang mempesona, mereka berdua berhasil menyebarkan rasa takut pada musuh yang bertahan dalam benteng, lain membukakan pintu-pintu benteng tersebut bagi kawan-kawan mereka di luar

Di perang Hunain, Zubair melihat pemimpin suku Hawazin yang juga menjadi panglima pasukan musyrik dalam perang tersebut nama-nama Malik bin Auf ..., terihat olehnya sesudah pasukan Hawazin bersama panglimanya lari tunggang langgang dari medan perang Hunain, ia sedang berada di tengah-tengah gerombolan besar shahabat-shahabatnya bersama sisa pasukan yang kalah, maka secara tiba-tiba diserbunya rombongan itu seorang diri, dan dikucar -kacirkannya kesatuan meueka, kemudian dihalaunya mereka dari tempat persembunyian yang mereka gunakan sebagai pangkalan untuk menyergap pemimpin-pemimpin Islam yang baru kembali dari arena peperangan.

Kecintaan dan penghargaan Rasul terhadap Zubair luar biasa sekali, dan Rasulullah sangat membanggakannya, katanya:
"Setiap Nabi mempunyai pembela dan pembelaku adalah Zubair bin 'Awwam ... !'' Karena bukan saja ia saudara sepupunya dan suami dari Asma binti Abu Bakar yang empunya dua puteri semata, tapi iebih dari itu adalah karena pengabdiannya yang Iuar biasa, keberaniannya yang perkasa, kepemurahannya yang tidak terkira dan pengurbanan diri dan hartanya untuk Allah Tuhan dari alam semesta. Sungguh, Hasan bin Tsabit telah melukiskan sifat-sifatnya ini dengan indah sekali, katanya:
"Ia berdiri teguh menepati janjinya kepada Nabi dan mengikuti petunjuknya. Menjadi pembelanya, sementara perbuatan sesuai dengan perkataannya. Ditempuhnya jalan yang telah digunakannya, tak hendak menyimpang daripadanya. Bertindak sebagai pembela kebenaran, karena kebenaran itu jalan sebaik-baiknya.
Ia adalah seorang berkuda yang termasyhur, dan pahlawan yang gagah perkasa.
Merajalela di medan perang dan ditakuti di setiap arena.

Dengan Rasulullah memplanyai pertalian darah dan masih berhubungan keluarga.
Dan dalam membela Islam mempunyai jasa-jasa yang tidak terkira.
Betapa banyaknya marabahaya yang mengancam Rasulullah Nabi al-Musthafa.
Disingkirkan Zubair dengan ujung pedangnya, maka semoga Allah membalas jasa-jasanya"
Ia seorang yang berbudi tinggi dan bersifat mulia.... Keberanian dan kepemurahannya seimbang laksana dua kuda satu tarikan ... ! Ia telah berhasil mengurus perniagaannya dengan gemilang, kekayaannya melimpah, tetapi semua itu dibelanjakannya untuk membela Islam, sehingga ia sendiri mati dalam berutang ... ! Tawakkalnya kepada Allah merupakan dasar kepemurahannya, sumber keberanian dan pengurbanannya hingga ia rela menyerahkan nyawanya, dan diwasiatkannya kepada anaknya Abdullah untuk melunasi utang-utangnya, demikian pesannya:

"Bila aku tak mampu membayar utang, minta tolonglah kepada Maulana - induk semang kita -- "Lalu ditanya anaknya Abdullah: "Maulana yang mana bapak maksudkan ... ?" Maka jawabnya: "Yaitu Allah .... Induk Semang dan Penolong kita yang paling utama ... !"
Kata Abdullah kemudian: "Maka demi Allah, setiap aku terjatuh ke dalam kesukaran karena utangnya, tetap aku memohon:
"Wahai Induk Semang Zubair, lunasilah utangnya, maka Allah mengabulkan permohonan itu, dan alhamdulillah hutang pun dapat dilunasi ... "
Dalam perang Jamal sebagaimana telah kami utarakan dalam ceriteranya yang lalu mengenai Thalhah, Zubair menemui akhir hayat dan tempat kesudahannya .... Sesudah ia menyadari kebenaran dan berlepas tangan dari peperangan, terus diintai oleh golongan yang menghendaki terus berkobarnya api fitnah, lalu ia pun ditusuk oleh seorang pembunuh yang curang waktu ia sedang lengah, yakni di kala ia sedang shalat menghadap Tuhannya....

Si pembunuh itu pergi kepada Imam All, dengan maksud melaporkan tindakannya terhadap Zubair, dengan dugaan bahwa kabar itu akan membuat Ali bersenang hati, apalagi sambil menanggalkan pedang-pedang Zubair yang telah dirampasnya setelah melakukan kejahatan tersebut ....

Tetapi Ali berteriak demi mengetahui bahwa di muka pintu ada pembunuh Zubair yang minta idzin masuk dan memerintahkan orang untuk mengusirnya, katanya: "Sampaikan berita kepada pembunuh putera ibu Shafiah itu, bahwa untuknya telah disediakan api neraka ... !" Dan ketika pedang Zubair ditunjukkan kepada Ali oleh beberapa shahabatnya, ia menciumn dan lama sekali ia menangis kemudian katanya: "Demi Allah, pedang ini sudah banyak berjasa, digunakan oleh pemiliknya untuk melindungi Rasulullah dari marabahaya ...
Dalam mengakhiri pembicaraan kita mengenai dirinya, apakah masih ada penghormatan yang lebih indah dan berharga untuk dipersembahkan kepada Zubair, dari ucapan Imam Ali sendiri ... ? Yaitu :

"Selamat dan bahagia bagi Zubair dalam kematian sesudah mencapai kejayaan hidupnya ! Selamat, kemudian selamat kita ucapkan kepada pembela Rasulullah ... !

kisah sahabat: ZUBAIR BIN AWWAM radhiallahu 'anhu

OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN



kisah sahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu

OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN  PADA MASA WAHYU
Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan…

Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan …..Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan…. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri  dalam  ingatannya  hingga dihafalkannya,  hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta eriwayatkannya.

Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah "hadits", dengan menggunakan kata-kata: -- "Berkata Abu Hurairah... "
Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw.  menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya:')
Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya……

Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum'at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw …..." Saya katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi·saw. jarang diperoleh bandingannya ...

Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang  paling mampu membawa anda ke hari-hari  kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut……


Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan…..
Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: -
"Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin .... Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku · · ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian .... Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat…..!"

Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai'at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur .... Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: "Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran... !'          

Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah.
Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak....
Ahli fiqih, juru da'wah dan para guru juga tidak sedikit ....
Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun.
Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar....

Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul.
Sebenamya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus....
Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do'a Rasul ""·, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat.
Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian ....

Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan .... Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap....
Begitulah  ia  mempermahir  dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul'Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya ....
Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: "Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw.... Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu…..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka…..Sedang  aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen ...dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan...
Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau:
"Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan  terlupa  akan suatu pun dari apa yang  telah didengarya dari padaku,.. !"
Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya ... ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah


"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) ….. !"
Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw.
Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.
Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat....

Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya.  Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya ... !
Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya ... hingga pada suatu hari Amirul Mu'minin Umar berkata kepadanya: "Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari  Rasulullah!  Bila tidak, maka akan  kukembalikan  kau ke tanah Daus... !" (yaitu tanah kaum dan keluarganya).
Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan  dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran….

Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya' cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi ... !
Oleh karena ini, Umar berpesan: "Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…"'·. Dan katanya lagi : "Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!"
Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy'ari ke Irak ia berpesan,kepadanya: -- 'Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini….!"
Al-qur'an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya….. Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam…..
Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan.
Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya....


Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw. dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka'ab al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam.


Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits  dari Rasusullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya  Abu  Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah  ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun ……..!
Ia berkata tentang dirinya: -- "Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak ..; ". Dan Imam Syafi'i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: -- "la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya". Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: --"Ada delapan  ratus orang atau lebih dari shahabat tabi'in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah".
Demikianlah Abu hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya ....

Abu Wuiairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya... " Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat!

Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .!

Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam .... Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya…
Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul....Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut:
Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: --''Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du'akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam…."

Maka Rasulullah saw. berdu'a: "Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu Hurairah!"
Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang du'a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: "Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu... !"

Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan  'abduhu wa Rasuluh
Aku pun segera berlari menemui Rasulullah raw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: "Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du'a anda ..., Allah telah menunjuki ibuku ke dalam islam ... ". Kemudian kataku pula: "Ya Rasulallah, mohon anda du'akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu'min, baik laki-laki maupun perempuan!" Maka Rasul berdu'a: "Ya Allah,  mohon  engkau jadikan hambu-Mu  ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan ...!"


Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid ... tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya.  Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara'! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah…...Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu'minin Umar: -- Kata Umar: - "Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah  mencuri harta Allah?'· Jawabku;.  "Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . !'·- Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu? -- Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan ....   Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)... !
Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu'a: "Ya Allah, ampunilah Amirul Mu'minin

Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf  karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: -- "Kenapa, apa sebabnya?" Jawab Abu Hurairah: "Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul... !"
Kemudian katanya lagi: "Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih ... !"
Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah .... Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendu'akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu,
Semoga Engkau pun demikian ... !" Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah.

Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi', di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan ... ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia……..

Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya kepada temannya: "Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentutemannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: ·'Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang
selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diheri gelar "Bapak Kucing", moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah……..!

kisah sahabat: Abu Hurairah radhiallahu 'anhu

ZUBAIR BIN AWWAM radhiallahu 'anhu

ZUBAIR BIN AWWAM radhiallahu 'anhu.

Pembela Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam
Setiap tersebut nama Thalhah, pastilah disebut orang nama Zubair! Begitu pula setiap disebut nama Zubair, pastilah disebut orang pula nama Thalhah ... ! Maka sewaktu Rasulullah shallallahu alaihi wasalam mempersaudarakan para shahabatnya di Mekah sebelum Hijrah, beliau telah mempersaudarakan antara Thalhah dengan Zubair.

Sudah semenjak lama Nabi shallallahu alaihi wasalam memperkatakan keduanya secara bersamaan ..., seperti kata beliau: "Thalhah dan Zubair adalah tetanggaku di dalam surga''. Dan kedua mereka berhimpun bersama Rasul dalam kerabat dan keturunan.
Adapun Thalhah bertemu asal-usul turunannya dengan Rasul pada Murrah bin Ka'ab. Sedang Zubair bertemu pula asal-usulnya dengan Rasulullah pada Qusai bin Kilab, sebagaimana
pula ibunya Shafiah, adalah saudara bapak Rasulullah
Thalhah dan Zubair, kedua mereka banyak persamaan satu sama lain dalam aliran kehidupan .... Persamaan di antara keduanya sangat banyak dalam pertumbuhan di masa remaja... kekayaan, kedermawanan, keteguhan beragama dan kegagah-beranian.

Keduanya termasuk orang-orang angkatan pertama masuk Islam  dan tergolong kepada sepuluh orang yang diberi kabar gembira oleh Rasul masuk surga. Keduanya juga sama termasuk kelompok shahabat ahli musyawarah yang enam, yang diserahi tugas oleh Umar bin Khatthab memilih Khalifah sepeninggal-nya....
Akhir hayatnya juga bersamaan secara sempurna ...bahkan satu sama lain tidak berbeda ... !
Sebagaimana telah kita katakan, Zubair termasuk dalam rombongan pertama yang masuk Islam, karena ia adalah dari golongan tujuh orang yang mula-mula menyatakan keislamannya, dan sebagai perintis telah memainkan peranannya yang penuh berkat di rumah Arqam .... Usianya yaitu itu baru limabelas tahun. Dan begitulah ia telah diberi petunjuk, nur dan kebaikan selagi masih remaja .... Ia benar-benar seorang penunggang kuda dan berani sejak kecilnya ...hingga ahli sejarah menyebutnya bahwa pedang pertama yang dihunuskan untuk membela Islam adalah Zubair bin 'Awwam.

Pada hari-hari pertama dari Islam, sementara Kaum Muslimin waktu itu sedikit sekali hingga mereka selalu bersembunyi-sembunyi di rumah Arqam, tiba-tiba pada suatu hari tersebar berita bahwa Rasul terbunuh.
Seketika itu, tiada lain tindakan Zubair kecuali menghunus pedang dan mengacungkannya, lain ia berjalan di jalan-jalan kota Mekah laksana tiupan angin kercang, padahal ia masih muda belia ... ! Ia pergi mula-mula meneliti berita tersebut dengan bertekadad andainya berita itu ternyata benar, maka niscaya pedangnya akan menebas semua pundak orang Quraisy, sehingga ia mengalahkan mereka, atau mereka menewaskan-nya....
Di suatu tempat ketinggian kota mekah, Rasulullah menemukannya, lain bertanya akan maksudnya. Zubair menyampaikan berita tersebut .... Maka Rasulullah memohonkan bahagia dan mendu'akan kebaikan baginya serta keampuhan bagi pedangnya.

Sekalipun Zubair seorang bangsawan terpandang dalam kaumnya, namun tak kurang ia menang,6ung adzab derita dan penyiksaan Quraisy. Yang memimpin penyiksaan itu adalah pamannya sendiri. Pernah ia disekap di suatu kurungan, kemudian dipenuhi dengan embusan asap api agar sesak nafasnya, lalu dipanggilnya Zubair di bawah tekanan siksa: "Tolaklah olehmu Tuhan Muhammad itu, nanti kulepaskan kamu dari siksa ini!"Tantangan itu dijawab oleh Zubair dengan pedas dan mengejutkan: "Tidak !... demi Allah, aku tak akan kembali kepada kekafiran untuk selama-lamanya!" Padahal pada waktu itu ia belum menjadi pemuda teruna, masih belia bertulang lembut ....

Zubair melakukan hijrah ke Habsyi (Ethiopia) dua kali, yang pertama dan yang kedua, kemudian ia kembali, untuk menyertai ketinggalan semua peperangan bersama Rasulullah.
Tak perna ia ketinggalan dalam berperang atau bertempur. Banyaknya tusukan dan luka-luka yang terdapat pada tubuhnya dan masih berbekas sesudah lukanya itu sembuh membuktikan pula kepahlawanan Zubair dan keperkasaannya... ! Maka marilah kita dengarkan bicara salah seorang shahabatnya yang telah menyaksikan bekas-bekas luka yang terdapat hampir pada segenap bagian tubuhnya, demikian katanya: "Aku pernah menemani Zubair ibnul 'Awwam pada sebagian perjalanan dan aku melihat tubuhnya, maka aku saksikan banyak sekali bekas luka goresan pedang, sedang di dadanya terdapat seperti mata air yang dalam, menunjukkan bekas tusukan lembing dan anak panah .... Maka kataku kepadanya: "Demi Allah, telah kusaksikan sendiri pada tubuhmu apa yang belum pernah kulihat pada orang lain sedikit pun ... !" Mendengar itu Zubair menjawab: "Demi Allah, semua luka-luka itu kudapat bersama Rasulullah pada peperangan di jalan Allah .... !"

Ketika perang Uhud usai dan pasukan Quuaisy berbalik kembali ke Mekah, ia diutus Rasul bersama Abu Bakar untuk mengikuti gerakan tentara Quraisy dan menghalau mereka, hingga mereka menganggap Kaum Muslimin masih punya kekuatan, dan tidak terpikir lagi untuk kembali ke Madinah guna memulai peperangan yang baru.

Abu Bakar dan Zubair memimpin tujuhpuluh orang Muslimin. Sekalipun mereka sebenarnya sedang mengikuti suatu pasukan yang menang, namun kecerdikan dan muslihat perang yang dipergunakan oleh ash-Shiddiq dan Zubair, membuat orang-orang Quraisy menyangka bahwa mereka salah duga menilai kekuatan Kaum Muslimin, dan membuat mereka berfikir, bahwa pasukan perintis yang diPimpin oleh Zubair dan ash-Shiddiq dan tampak kuat, tak lain sebagai pendahuluan dari balatentara Rasul yang menyusul di belakang, dan akan tampil menghalau mereka dengan dansyat. Karena itu mereka bergegas mempercepat perjalanannya dan mengambil langkah seribu pulang ke Mekah!

Di samping Yarmuk, Zubair merupakan seorang prajurit yang memimpin langsung suatu pasukan .... Sewaktu ia melihat sebagian besar anak buah yang dipimpinnya merasa gentar menghadapi balatentara Romawi yang menggunung maju, ia meneriakkan "Allahu Akbar" ...dan maju membelah pasukan musuh yang mendekat itu seorang diri dengan mengayunkan pedangnya, kemudian ia kembali ke tengah-tengah barisan musuh yang dahsyat itu dengan pedang di tangan kanannya, menari-nari dan berputar bagaikan kincir, tak pernah melemah apalagi berhenti ....
Zubair radhiallahu anhu . sangat gandrung menemui syahid! Amat merindukan mati di jalan Allah.') Ia pernah berkata: "Thalhah bin Ubaidillah memberi nama anak-anaknya dengan nama Nabi-nabi padahal sudah sama diketahui bahwa tak ada Nabi lagi sesudah Muhammad saw. ... maka aku menamai anak-anakku dengan nama para syuhada, semoga mereka berjuang mengikuti syuhada ... !
Begitulah dinamainya seorang anaknya Abdullah bin Zubair mengambil berkat dengan shahabat yang syahid Abdullah bin Jahasy. Dinamainya pula seorang lagi al-Munzir bin Amr mengambil berkat dengan shahabat yang syahid al-Munzir bin Amar.

Dinamainya pula yang lain 'Urwah mengambil berkat dengan 'Urwah bin Amar. Dan ada pula yang dinamainya Hamzah, mengambil berkat dengan syahid yang mulia Hamzah bin Abdul Muthalib. Ada lagi Ja'far, mengambil berkat dengan syahid yang besar Ja'far bin Abu Thalib. Juga ada yang dinamakannya Mush'ab mengambil berkat dengan shahabat yang syahid Mush'ab bin Umeir. Tidak ketinggalan yang dinamainya Khalid mengambil berkat dengan shahabat Khalid bin Sa'id. Demikianlah ia seterusnya memilih untuk anak-anaknya nama para syuhada, dengan pengharapan agar sewaktu datang ajal mereka nanti, mereka tercatat sebagai syuhada ... !
Dalam riwayat hidupnya telah dikemukakan:"bahwa ia tak pernah memerintah satu daerah pun, tidak pula mengumpul pajak atau bea cukai, pendeknya tak ada jabatannya yang lain kecuali berperang pada jalan Allah ... ". Kelebihannya sebagai prajurit perang tergambar pada pengandalannya pada dirinya sendiri secara sempurna dan kepercayaan yang teguh. Sekalipun sampai seratus ribu orang menyertainya di medan tempur, namun akan kau lihat bahwa ia berperang seakan-akan sendirian di arena pertempuran ..., dan seolah-olah tanggung jawab perang dan kemenangan terpikul di atas pundaknya sendiri. Keistimewaannya sebagai pejuang, terlukis pada keteguhan hatinya dan kekuatan urat syarafnya. Ia menyaksikan gugur pamannya Hamzah di perang Uhud. Orang-orang musyrik telah menyayat-nyayat tubuhnya yang terbunuh itu dengan kejam, maka ia berdiri di mukanya dengan sikap satria menahan gejolak hati dengan memegang teguh hulu pedangnya. Tak ada fikirannya yang lain daripada mengadakan pembalasan yang setimpal, tapi wahyu segera datang melarang Rasul dan Muslimin hanya mengingat soal itu saja ....
Dan sewaktu pengepungan atas Bani Quraidha sudah berjalan lama tanpa membawa hasil, Rasulullah mengirimnya bersama Ali bin Abi Thalib. Ia berdiri di muka benteng musuh yang kuat serta mengulang-ulang ucapannya: "Demi Allah, biar kami rasakan sendiri apa yang dirasakan Hamzah, atau kalau tidak, akan kami tundukkan benteng mereka ... !" Kemudian ia terjun ke dalam benteng hanya berdua saja dengan Ali.... Dan dengan kekuatan urat syaraf yang mempesona, mereka berdua berhasil menyebarkan rasa takut pada musuh yang bertahan dalam benteng, lain membukakan pintu-pintu benteng tersebut bagi kawan-kawan mereka di luar

Di perang Hunain, Zubair melihat pemimpin suku Hawazin yang juga menjadi panglima pasukan musyrik dalam perang tersebut nama-nama Malik bin Auf ..., terihat olehnya sesudah pasukan Hawazin bersama panglimanya lari tunggang langgang dari medan perang Hunain, ia sedang berada di tengah-tengah gerombolan besar shahabat-shahabatnya bersama sisa pasukan yang kalah, maka secara tiba-tiba diserbunya rombongan itu seorang diri, dan dikucar -kacirkannya kesatuan meueka, kemudian dihalaunya mereka dari tempat persembunyian yang mereka gunakan sebagai pangkalan untuk menyergap pemimpin-pemimpin Islam yang baru kembali dari arena peperangan.

Kecintaan dan penghargaan Rasul terhadap Zubair luar biasa sekali, dan Rasulullah sangat membanggakannya, katanya:
"Setiap Nabi mempunyai pembela dan pembelaku adalah Zubair bin 'Awwam ... !'' Karena bukan saja ia saudara sepupunya dan suami dari Asma binti Abu Bakar yang empunya dua puteri semata, tapi iebih dari itu adalah karena pengabdiannya yang Iuar biasa, keberaniannya yang perkasa, kepemurahannya yang tidak terkira dan pengurbanan diri dan hartanya untuk Allah Tuhan dari alam semesta. Sungguh, Hasan bin Tsabit telah melukiskan sifat-sifatnya ini dengan indah sekali, katanya:
"Ia berdiri teguh menepati janjinya kepada Nabi dan mengikuti petunjuknya. Menjadi pembelanya, sementara perbuatan sesuai dengan perkataannya. Ditempuhnya jalan yang telah digunakannya, tak hendak menyimpang daripadanya. Bertindak sebagai pembela kebenaran, karena kebenaran itu jalan sebaik-baiknya.
Ia adalah seorang berkuda yang termasyhur, dan pahlawan yang gagah perkasa.
Merajalela di medan perang dan ditakuti di setiap arena.
Dengan Rasulullah memplanyai pertalian darah dan masih berhubungan keluarga.
Dan dalam membela Islam mempunyai jasa-jasa yang tidak terkira.
Betapa banyaknya marabahaya yang mengancam Rasulullah Nabi al-Musthafa.
Disingkirkan Zubair dengan ujung pedangnya, maka semoga Allah membalas jasa-jasanya"
Ia seorang yang berbudi tinggi dan bersifat mulia.... Keberanian dan kepemurahannya seimbang laksana dua kuda satu tarikan ... ! Ia telah berhasil mengurus perniagaannya dengan gemilang, kekayaannya melimpah, tetapi semua itu dibelanjakannya untuk membela Islam, sehingga ia sendiri mati dalam berutang ... ! Tawakkalnya kepada Allah merupakan dasar kepemurahannya, sumber keberanian dan pengurbanannya hingga ia rela menyerahkan nyawanya, dan diwasiatkannya kepada anaknya Abdullah untuk melunasi utang-utangnya, demikian pesannya:

"Bila aku tak mampu membayar utang, minta tolonglah kepada Maulana - induk semang kita -- "Lalu ditanya anaknya Abdullah: "Maulana yang mana bapak maksudkan ... ?" Maka jawabnya: "Yaitu Allah .... Induk Semang dan Penolong kita yang paling utama ... !"
Kata Abdullah kemudian: "Maka demi Allah, setiap aku terjatuh ke dalam kesukaran karena utangnya, tetap aku memohon:
"Wahai Induk Semang Zubair, lunasilah utangnya, maka Allah mengabulkan permohonan itu, dan alhamdulillah hutang pun dapat dilunasi ... "
Dalam perang Jamal sebagaimana telah kami utarakan dalam ceriteranya yang lalu mengenai Thalhah, Zubair menemui akhir hayat dan tempat kesudahannya .... Sesudah ia menyadari kebenaran dan berlepas tangan dari peperangan, terus diintai oleh golongan yang menghendaki terus berkobarnya api fitnah, lalu ia pun ditusuk oleh seorang pembunuh yang curang waktu ia sedang lengah, yakni di kala ia sedang shalat menghadap Tuhannya....

Si pembunuh itu pergi kepada Imam All, dengan maksud melaporkan tindakannya terhadap Zubair, dengan dugaan bahwa kabar itu akan membuat Ali bersenang hati, apalagi sambil menanggalkan pedang-pedang Zubair yang telah dirampasnya setelah melakukan kejahatan tersebut ....
Tetapi Ali berteriak demi mengetahui bahwa di muka pintu ada pembunuh Zubair yang minta idzin masuk dan memerintahkan orang untuk mengusirnya, katanya: "Sampaikan berita kepada pembunuh putera ibu Shafiah itu, bahwa untuknya telah disediakan api neraka ... !" Dan ketika pedang Zubair ditunjukkan kepada Ali oleh beberapa shahabatnya, ia menciumn dan lama sekali ia menangis kemudian katanya: "Demi Allah, pedang ini sudah banyak berjasa, digunakan oleh pemiliknya untuk melindungi Rasulullah dari marabahaya ...

Dalam mengakhiri pembicaraan kita mengenai dirinya, apakah masih ada penghormatan yang lebih indah dan berharga untuk dipersembahkan kepada Zubair, dari ucapan Imam Ali sendiri ... ? Yaitu :
"Selamat dan bahagia bagi Zubair dalam kematian sesudah mencapai kejayaan hidupnya ! Selamat, kemudian selamat kita ucapkan kepada pembela Rasulullah ... !

kisah sahabat: ZUBAIR BIN AWWAM radhiallahu 'anhu

Tuesday, February 8, 2011

tak seorangpun kuberitahu

Suatu malam, Umar bin Khaththab melakukan ronda bersama Abdullah ibnu Mas'ud. Di suatu tempat yang terpencil mereka melihat kerlipan cahaya. Dari arah yang sama, mereka mendengar sayup-sayup orang yang bersembunyi. Keduanya mengikuti cahaya itu, dan sampai di sebuah rumah. Diam-diam Umar menyelinap masuk. Ia melihat seorang tua sedang duduk santai. Di hadapannya ada cawan minuman keras dan seorang perempuan yang sedang menari.

Umar kemudian menampakkan diri dan menghardiknya: "Belum pernah aku melihat pemandangan seburuk yang kulihat malam ini. Seorang tua yang menanti ajalnya. Hai musuh Allah, apakah kamu mengira Allah akan menutup aibmu padahal kamu berbuat maksiat?!"

Orang tua itu menjawab: "Jangan tergesa-gesa wahai Amirul Mukminin. Saya hanya berbuat maksiat satu kali. Sedangkan anda menentang Allah sampai tiga kali:

* Bukankah Tuhan berfirman: Jangan mengintip keburukan orang lain (maksudnya Q.S. al-Hujuraat 49:12), sedangkan anda sendiri telah mengintip.
* Tuhan berfirman: Masuklah ke rumah-rumah dari pintunya (maksudnya Q.S. al-Baqarah 2:189), sedangkan anda masuk ke sini dengan menyelinap.
* Anda pun masuk ke sini tanpa ijin, sedangkan Tuhan berfirman: Jangan kamu masuk ke rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta ijin dan mengucapkan salam kepada orang yang ada di dalamnya (maksudnya Q.S. an-Nuur 24:27).


"Kamu benar!" kata Umar. Umar pun keluar sambil menggigit pakaiannya sambil menangis berbicara kepada dirinya sendiri: "Celaka kau Umar, jika Allah tidak mengampunimu..."

Selama beberapa waktu, orang tua itu tidak pernah menghadiri majelis Umar. Pada suatu hari orang tua tersebut datang ke majelis Umar tetapi ia duduk di barisan paling belakang supaya tidak terlihat oleh Umar. Tetapi Umar melihatnya lalu memanggilnya. Spontan orang tua itupun berdiri dengan cemas karena takut apa yang telah dipergoki Umar diumumkan kepada orang-orang yang ada di majelis tersebut.

"Dekatkanlah telingamu kepadaku" suruh Umar dan ia pun membisikkan sesuatu kepada orang tua tersebut: "Demi Yang Mengutus Muhammad sebagai Rasul, tak seorang pun kuberitahu apa yang kusaksikan pada dirimu, termasuk Ibnu Mas'ud yang saat itu sednag bersamaku juga".

Mendengar hal itu, orang tua itupun menyuruh Umar untuk mendekatkan telinga Umar kepadanya seraya berbisik: "Wahai Amirul Mukminin, begitu pula dengan saya. Demi Yang Mengutus Muhammad dengan haq sebagai Rasul, saya tidak pernah kembali pada perbuatan itusampai aku datang ke majelis ini".

Mendengar hal itu, Umar pun senang dan tiba-tiba bertakbir dengan suara keras. Tentu saja orang-orang di majelis itu heran dan tidak tahu mengapa Umar sang Khalifah bertakbir sekeras itu.

Tuesday, January 18, 2011

download 1000 ebook Islam

Di bawah ini ada ebook-ebook yang bisa Anda download untuk menambah perbendaharaa pengetahuan dan ilmu. Semoga bermanfaat. happy download.



1 76_Karakter_Yahudi_dalam_Quran.pdf

2 Abduh_Zulfidar_Akaha_-_Bahaya_.pdf

3 Abdul_Akhir_Hammad_Al_Ghunaimi.PDF

4 Abdul_Akhir_Hammad_Al_Ghunaimi.PDF

5 Abdul_Aziz_bin_Baz_-_28_Fatwa_.pdf

6 Abdul_Majid_bin_Abdul_Aziz_-_M.pdf

7 Abdul_Muhsin_Al_Qasim_-_Cara_P.pdf

8 Abdul_Qadir_Djaelani_-_Perang_.pdf

9 Abdullah_Bin_Abdul_Aziz_-_Seha.pdf

10 Abdullah_bin_Abdurrahman_Al-Ji.pdf

11 Abdullah_bin_Jarullah_-_Risala.pdf

12 Abu_Abdillah_Akhmad_-_Dialog_b.pdf

13 Abu_Hamzah_Yusuf_Al_Arsary_-_P.pdf

14 Abu_Salma_Al_Atsari_-_Dan_BIna.pdf

15 Abu_Ubaidah_Mansyur_-_Koreksi_.pdf

16 Abu_Zahra_An-Najdi_-_Al-Quran_.pdf

17 Aidh_al_Qarni_-_La_Tahzan__Jan.pdf

18 Aidh_al-Qarni_-_La_Tahzan__Jan.pdf

19 Al_Ahkam_-_100_Hadis_Palsu.pdf

20 Al_Ghazali_-_Kimia_Kebahagiaan.pdf

21 Al_Hafidz_ibnu_Hajar_-_Bulughu.PDF

22 Al Hamid Al Husaini - Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a..doc

23 Arifin_Muftie_-_Matematika_Ala.pdf

24 Ashaari_Muhammad_-_Sajak_Tasaw.pdf

25 Bahan_Tarbiyah_-_Kisah_Kepahla.pdf

26 Benjamin_Keldani_-_Menguak_Mis.pdf

27 Dzulqarnail bin Muhammad Sanusi - Meraih Kemuliaan melalui jihad.pdf

28 Fuad_bin_Sayyid_-_Yahudi_dalam.pdf

29 H.J. De Graff - Kerajaan Islam di Jawa.CHM 30 HAMKA_-_Tafsir_Al_Azhar_Juz_30.pdf

31 Hasan_Al_Banna_-_Antara_Semala.pdf

32 Hasan_Al_Banna_-_Detik-detik_h.pdf

33 Hasan_Al_Banna_-_Himpunan_Risa.pdf

34 Hasan_Al_Banna_-_Usul_20.pdf

35 Ibnu_Hajar_Al_Atsqalani_-_Fath.pdf

36 Ibnu Hajar Al Atsqalani - Fathul Baari jilid 2.pdf

37 Ibnu Hajar Al Atsqalani - Fathul Baari jilid 3.pdf

38 Ibnu Katsir - Al Bidayah Wan Nihayah masa Khulafa'ur Rasyidin.pdf

39 Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Beka.PDF

40 Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Beka.PDF

41 Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Beka.PDF

42 Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Beka.PDF

43 Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Beka.PDF

44 Ibnu_Qayyim_al_Jauziyah_-_Kunc.pdf

45 Ibnu Qayyim al Jauziyah - Noktah-noktah hitam senandung setan .PDF

46 Ibnu Qayyim al Jauziyah - Panduan Hukum Islam (I'lamul Muwaqi'in) jilid I-IV.pdf

47 Ibnu Taimiyah - Iqtidha' Ash-Shirathal Mustaqim.zip

48 Idries_Shah_-_Mahkota_Sufi.pdf

49 Imam_Asy_Syathibi_-_Al_Itisham.pdf

50 Imam_Nawawi_-_Riyadhus_Salihin.pdf

51 Imam_Nawawi_-_Riyadhus_Salihin.pdf

52 Imam_Santoso_-_Panduan_Ibadah_.pdf

53 Imam_Suhadi_-_Tasawuf_for_Begi.pdf

54 Imam_Sutrisno_-_Risalah_Ramadh.pdf

55 Imtiaz_Ahmad_-_Ketika_Cahaya_H.pdf

56 Imtiaz_Ahmad_-_Pelajaran_bagi_.pdf

57 Index Quran.xls

58 Irena_Handono_-_Mendapat_Hiday.pdf

59 Kharisma_-_Ramadhan_Bersama_An.pdf

60 Luqman bin Muhammad Ba'abduh - Menebar Dusta Membela Teroris.pdf

61 Masoed_Abidin_-_Pendidikan_Ram.pdf

62 Maulana Mohammad Saeed - Novel kajian agama.doc

63 Muhammad_Arifin_Baderi_-_melur.pdf

64 Muhammad_At-Tamimi_-_Dasar_mem.pdf

65 Muhammad_bin_Jamil_Zainu_-_Bek.pdf

66 Muhammad_bin_Shalih_Al-Utsaimi.pdf

67 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

68 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

69 Muhammad Nashiruddin Al Albani - Risalah ilmiah albani.pdf

70 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

71 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

72 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

73 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

74 Muhammad_Nashiruddin_Al_Albani.pdf

75 Muhammad_Qutb_-_Salah_Faham_Te.pdf

76 Muhammad_Zuhri_-_Falsafah_Pros.pdf

77 Mustafa_Al_Maraghi_-_76_Karakt.pdf

78 Peta_Situs_Islam.pdf

79 Presentasi_-_Marhaban_Ramadhan.pdf

80 Presentasi_-_Nasehat_Rasululla.pdf

81 Professor James Barr - Al Kitab di Dunia Modern.chm

82 Protokol_ke_10_Yahudi.pdf

83 Quraish_Shihab_-_Ayat_Ayat_Fit.pdf

84 Ramadhan_Al_Buthy_-_Risalah_Un.pdf

85 Salafi_DB 2.0.zip 86 Salim_bin_Ied_Al_Hilaay_-_sifa.pdf

87 Sayyid_Quthb_-_Tafsir_Fi_Zilal.pdf

88 Sayyid_Quthb_-_Tafsir_Fi_Zilal.pdf

89 Syaikhul_Islam_Ibnu_Taimiyah_-.pdf

90 Syrafuddin_al-Musawi_al-Amili_.pdf

91 Tafsir Ibnu Katsir Juz I.pdf

92 Tafsir Ibnu Katsir Juz II.pdf

93 Tafsir_Ibnu_Katsir_Juz_III.pdf

94 tafsir_juz_amma___pdf__.pdf

95 Tafsir_Surah_an_naziat.pdf

96 TAJWID.EXE

97 Tsakil bin Tsalfiq - Membantai ahlul hawa dan bid'ah.pdf

98 Umar_Sulaiman_Al_Asyqor_-_Kisa.pdf

99 Uquudulijain_Fii_Bayaani.pdf

100 Wahfiudin - Mengenal Diri.pps

101 Yusuf_Al_Qaradhawy_-_Fiqh_Aqal.pdf

102 Yusuf_Al_Qaradhawy_-_Fiqih_Zak.pdf

103 Yusuf_Al_Qaradhawy_-_Hukum-huk.pdf

104 Yusuf_Al_Qaradhawy_-_Kumpulan_.pdf

105 Yusuf_Al_Qaradhawy_-_Sistem_ma.pdf

106 Zhack_3.jpg

107 [00]Tarif Hizbut Tahrir.zip

108 [01] Pembentukan Partai Politik Islam.zip

109 [02] Negara Islam.zip

110 [03] Titik Tolak Perjalanan Dakwah HT.zip

111 [04] Terjun Ke Masyarakat.zip

112 [05] Sistem Pemerintahan Islam.zip

113 [06] Dustur.zip

114 [07] AHKAMUSH SHOLAT.zip

115 [08] KAIDAH KAUSALITAS.zip

116 [09] Dinamika Aqidah Islam.zip

117 [10] HADITS AHAD.zip

118 [11] Membangun Ekonomi Alternatif Pasca Kapitalisme.zip

119 [12] Materi-Seputar Gerakan Islam.zip

120 [13] Bunga Rampai.zip

121 [14] Tinjauan Kritis Terhadap Asas Ideologi Sosialisme Dan Kapitalisme.zip

122 [16] Keniscayaan Benturan Peradaban.zip

123 [17] Kritik Islam Terhadap UUD 1945.zip

124 [18] Menggugat Thagut Demokrasi.zip

125 [19] Menghancurkan Demokrasi.zip

126 [20] Demokrasi Kufur.zip

127 [21] Bunga Bank Haram.zip

128 [22] DISKURSUS NEGARA ISLAM.zip

129 [23] Metode Perubahan Untuk Melanjutkan Kehidupan Islam.zip

130 [24] Sebab-Sebab Kegoncangan Pasar Modal.zip

131 [25] SHARIAH ISLAM INDONESIA.zip

132 [26] Soal Jawab Seputar Khamer.zip

133 [27] KHUTBAH AIDUL FITRI 1424 H.zip

134 [28] Marhaban Ramadhan.zip

135 [29] Menjinakkan Kesombongan.zip

136 [30] Serangan Amerika Untuk Menghancurkan Islam.zip

137 [31] 36 SOAL JAWAB.zip

138 [32] 37-SOAL JAWAB.zip

139 [33] AMWAL.zip

140 [34] BAYYINAT.zip

141 [35] BENDERA RASUL.zip

142 [36] CANTIK.zip

143 [37] DAKWAH WAJIB.zip

144 [38] DAKWAH JILID 2.zip

145 [39] Fikrul islam.zip

146 [40] DARKNESS.zip

147 [41] DIRASAT.zip

148 [42] ESTABLISH.zip

149 [43] IPS-ISLAM POLITIK SPIRITUAL.zip

150 [45] JIHAD DAN POLITIK.zip

151 [46] KLONING.zip

152 [47] KHILAFAH-SOLISI.zip

153 [48a] kepribadian islam 1.zip

154 [48b] Kepribadian Islam II.zip

155 [48c] Kepribadian Islam III.zip

156 [49] Manhaj Hizb.zip

157 [50] Selamatkan Indonesia Dengan Syariah.zip

158 [51] materi dakwah.zip

159 [52] LURUSKAH AKIDAH ANDA.zip

160 [53] Mafahim Islamiyah.zip

161 [54] mafahim khothiroh-persepsi2berbahaya.zip

162 [55] Mafahim_Siyasi.zip

163 [56] MASS DESTRUCTION.zip

164 [57] Kemunduran Umat Islam.zip

165 [58] HD SHIYAM.zip

166 [59] N-Iqtishod.zip

167 [60] TAISIR.zip

168 [61] UQUBAT.zip

169 [62] Akibat Hancurnya Khilafah.zip

170 Aduhai_Isteriku.pdf

171 Al_Munthalaq_-_Muhammad_Ahmad_.pdf

172 AlItisham_jilid1-2_-_Imam_AsyS.pdf

173 Asas-asas_Islam_-_Abul_Ala_Al-.pdf

174 Bagaimana_Menyentuh_Hati_-_At_.pdf

175 Beriman_Tanpa_Rasa_Takut_-_irs.pdf

176 Berjabat_Tangan_Antara_Laki_Wa.pdf

177 Berpikirlah_Sejak_Anda_Bangun_.pdf

178 Buku_Induk_Bidah_Sunnah_-_AlIt.pdf

179 Cerpen_Pahala_Terakhir_Seorang.pdf

180 Dajjal_dan_Simbol_Setan_-_Toto.pdf

181 Di_Atas_Sajadah_Cinta_Ketika_D.pdf

182 Dialog_Islam_Maryam_-_Jamilah_.pdf

183 Dialog_Yohanes__Ulama_Mazhab_Y.pdf

184 Hikmah_Diharamkannya_Menikahi_.pdf

185 Indahnya_Kepasrahan.pdf

186 Islam_Aplikatif_Seri_Aqidah.pdf

187 Islam_Di_Simpang_Jalan_-_Muham.pdf

188 ISLAMS_RESPONSE_TO_CONTEMPORAR.pdf

189 Jalan_Terindah_-_Ebooks.pdf

190 Kaum_kaum_Yang_Telah_Dibinasak.pdf

191 Kebesaran_Allah_Disegenap_Penj.pdf

192 Kerudung_Yang_Di_Koyakkan.pdf

193 Kerudung_Yang_Terkoyak.pdf

194 Ketika_Cahaya_Hidayah_Menerang.pdf

195 La_Tahzan_Jangan_Bersedih_-_Ai.pdf

196 malapetaka_akhir_zaman.pdf

197 Manfaat Berpikir Positif Dan Senyum.doc 198 Masa_Depan_Di_Tangan_Islam_-_S.pdf

199 MEMAHAMI_ALLAH_MELALUI_AKAL.pdf

200 Membongkar_Syubhat-Syubhat_Mur.pdf

201 Mengapa_Kami_Memilih_Islam.pdf

202 Menyingkap_Rahasia_Alam_Semest.pdf

203 merangkai_makna.pdf

204 Misteri_Misteri_Yang_Tidak_Ter.pdf

205 Oase_jiwa.pdf

206 Perang_Terminologi_Islam_Versu.pdf

207 Perjalanan_Mencari_Kebenaran_-.pdf

208 Risalah_Pergerakan_Menuju_Caha.pdf

209 Risalah_Tuntunan_Dari_-_Hasan_.pdf

210 Saudariku_Apa_Yang_Menghalangi.pdf

211 Solat_Khusyuk.pdf

212 2__Risalah_Tsulatsa_Edisi_6.pdf

213 2__sirimengenalimasalahummat.pdf

214 _Kalimah_Dalam_Al-Quran_-_Abu.pdf

215 Abul_Ala_Al-Maududi.pdf

216 Al-Imam_Al-Banna_Memperingati_.pdf

217 Al-Jihad_Adalah_Jalan_-Mustaph.pdf

218 Al-Mathurat_-_Hassan_Al-Banna.pdf

219 Al-Mukminah_As-Solehah_-_Musta.pdf

220 Al-Quran_Adalah_Kitab_Samawi_T.pdf

221 Allah_Dalam_Aqidah_Islamiyah_-.pdf

222 Amal_Jamai_Gerakan_Bersama_-Mu.pdf

223 Answer_to_Non-Muslim_-_Dr_Zaki.pdf

224 Antara_Semalam_Dan_Hari_Ini_-_.pdf

225 Apa_Ertinya_Anda_Seorang_Musli.pdf

226 Apa_Ertinya_Saya_Menganut_Isla.pdf

227 Asas-Asas_Akhlak_Bagi_Harakah_.pdf

228 Asas-Asas_Islam_-_Abul_Ala_Al-.pdf

229 AUKU_-_BM.pdf

230 Bacaan_Asas_10_Pertama_Perubat.pdf

231 Bagaimana_Kita_Menyeru_Kepada_.pdf

232 Bagaimana_Menyentuh_Hati-_Abba.pdf

233 Bahaya_Zina_-_Ibn_Qayyim_Al-Ja.pdf

234 Bait Syair Terpilih.doc

235 Beberapa_Pelajaran_Dalam_Amal_.pdf

236 Beberapa_Studi_Tentang_Islam_-.pdf

237 Belajar Mudah Membaca Al-Qur'an.exe

238 Benarkah_Wali_Allah_Itu_Wujud_.pdf

239 Biografi_Salahudin_Al-Ayyubi.pdf

240 Bukti_Penguat_Ikhlas_-Dr_Yusuf.pdf

241 Bunga_Rampai_Fatwa_Yusuf_Qardh.pdf

242 Cara Bermazhab Mengikut Imam Syafie.doc

243 Cara_Hidup_Islam_-Abul_Ala_Al-.pdf

244 Concept_of_God_in_Major_Religo.pdf

245 Dakwah_Fardiah_-_Mustapha_Masy.pdf

246 Dakwah_Kita_-Hassan_Al-Banna.pdf

247 Dasar-Dasar_Islam_-_Abul_Ala_A.pdf

248 desktop.ini

249 Detik awal sinar Islam di alam maya ini bermula dengan pancaran cahaya wahyu Ilahi melalui kalimah Iqra bermaksud.docx

250 Detik-detik_Hidupku_-Hasan_Al-.pdf

251 Fatwa_Al-Qaradhawi_-Hukum_Berd.pdf

252 Fatwa_Al-Qaradhawi.PDF

253 Fatwa-Fatwa_Kontemporer_-Dr_Yu.pdf

254 Fiqh_Al-Sirah_1_-_Muhammad_Sai.pdf

255 Fiqh Awlawiyat -Dr. Yusuf Al-Qardhawi.exe

256 Fiqh_Daulah_-Yusuf_Qadhawi.pdf

257 Fiqh_Minoriti_-Yusuf_Qardhawi.pdf

258 Fiqh_Prioritas_-DrYusuf_Qaradh.pdf

259 Fiqh_Zakat_-Yusuf_Qardhawi.pdf

260 Generasi_Pemuda_dan_Perubahan_.pdf

261 Genuine Ur Windows.exe

262 Hadis_40_-_Imam_An-Nawawi.pdf

263 Hak_Asasi_Manusia_dan_Pengamal.pdf

264 Halal Dan Haram Dalam Islam - Dr. Yusuf Al-Qardawi...HLP

265 Hari esok untuk Islam.doc

266 dc118.4shared.com/img/8JltTFK2/Haza_Ad-Deen_-Sayyid_Qutb.pdf

267 dc105.4shared.com/img/f1_ZYO8h/Hazaad-Deen_-Sayyid_Qutb.pdf

268 Himpunan_Risalah_Hassan_Al-Ban.pdf

269 Hukum_Menghadiahkan_Pahala_Al-.pdf

270 Iman_Senjata_Utama_Takwa_Bekal.pdf

271 imansenjatautamatakwabekalanut.pdf

272 Islam_Dakwah_Yang_Syumul_-Yuso.pdf

273 Islam_Dan_Jahiliah_-_Abul_Ala_.pdf

274 Jalan_Dakwah_-_Mustafa_Masyur.pdf

275 Kamulah_Mulia_Jika_Kamu_Berima.pdf

276 kamulahmuliajikakamuberiman.pdf

277 Ke_arah_kesatuan_Gerakan_Islam.pdf

278 Keajaiban_Al-Quran_-_Harun_Yah.pdf

279 Kemana_Kita_Menyeru_-_Imam_Has.pdf

280 Kenapa_Aku_Meninggalkan_Syiah_.pdf

281 Keutamaan_Membaca_Dan_Mengkaji.pdf

282 Kewajiban_Orang_Arab_Ke_Atas_P.pdf

283 Kisah Pemuda Sombong.pps

284 kitab azan & iqamah.doc

285 Konspirasi_Musuh_Islam_-Mustap.pdf

286 konspirasimusuhislam.pdf

287 Kumpulan Hadith Sahih...chm

288 Marifatullah_-Said_Hawwa.pdf

289 Madrasah_Tarbiyyah_Hassan_Al-B.pdf

290 Manhaj_Hidup_Muslim_-Sayyid_Qu.pdf

291 Masalah_Umat_Islam_Kini_dan_Pe.pdf

292 Membina Blog Pertama Anda.docx

293 Menghafal_Al-Quran_-Yusof_Qard.pdf

294 Minta_Bantuan.jpg

295 Misi_Ulama_Tasauf_ke_Arah_Bera.pdf

296 Misykaatul Anwar - Imam Al-Ghazali...exe

297 MS Word 2007 to PDF.exe

298 Penyaksian_Terhadap_Kebenaran_.pdf

299 Peranan_Pelajar_-Abul_Ala_Al-M.pdf

300 Perlembagaan_Persekutuan.pdf

301 Petunjuk_sepanjang_Jalan_-_Sye.pdf

302 Polis__Hak2_Asasi_Anda.pdf

303 Proses_Revolusi_Islam_-_Abul_A.pdf

304 R_Tsulasa_-_Edisi_2.pdf

305 R1_Tsulasa_-_Edisi_3.pdf

306 R1Tsulasa_-_Edisi_1.pdf

307 Rintangan_Perjuangan_Dalam_Keh.pdf

308 rintangan_perjuangan_dalam_keh.pdf

309 Risalah Taalim.doc

310 Risalah_Tsulatsa_Edisi_4.pdf

311 Risalah_Tsulatsa_Edisi_6.pdf

312 Risalah_Untuk_Wanita_Muminah_-.pdf

313 RisalahTsulasa_Edisi_5.pdf

314 Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi...exe 315 Riyadhus_Shalihin_1.pdf

316 Riyadhus_Shalihin_2.pdf

317 Salah_Faham_Terhadap_Islam_-_S.pdf

318 Satu_Saranan_-Imam_Hassan_Al-B.pdf

319 Sifat-Sifat_Dai_Ke_Jalan_Allah.pdf

320 Sifat-Sifat_Rasulullah_-Said_H.pdf

321 Sirah_Nabawiyah_-_Said_Ramadha.pdf

322 sirimengenalimasalahummat.pdf

323 Sistem_Masyarakat_Islam_-Yusof.pdf

324 Sunnah__Bidah_-Yusuf_Qardhawi.pdf

325 Syamail_-Imam_Nawawi.PDF

326 Syarah_Usul_20.pdf

327 Tafsir_Surah_Yaasin_dari_Persp.pdf

328 Tanggungjawab_Pemuda_Islam_Har.pdf

329 Tanggungjawab20Pemuda.pdf

330 Tarbiyah_Islam__Madrasah_Hasan.pdf

331 Tatanan_Rumah_Islami_-Said_Haw.pdf

332 Terjemahan_Al-Quran_dalam_Baha.pdf

333 The_Quran_and_Modern_Science_-.pdf

334 Tuntutan_Bertaubat_Kepada_Alla.pdf

335 Usrah_Dan_Dakwah_-_Hassan_Al-B.pdf

336 Usul_20_-_Hassan_Al-Banna.pdf

337 Wahai Pemuda.doc 338 Waktu Solat.exe

339 online.pdf

340 مخلوق هالوس دان فياكيت.pps 341 E_6fKlr0/___.pdf

342 100_tokoh paling berpengaruh di dunia (ebook).zip

343 24+jam+seorang_muslim (artikel).zip

344 Al Quran Digital.chm

345 AlQuran_r2.jar

346 asmaul husna (audio visual).zip

347 BJ_Habibie_-_Detik-detik_yang_.pdf

348 Bilangan (source code).rar

349 Bulughul Maram - Ibnu Hajar Al-Asqalany.chm

350 Compressor_B5_ver_0.3_02112006.zip

351 Computer Networks, Andrew Tanenbaum - Fourth Edition.chm

352 Doa Hisnul Muslim.chm

353 Doa-doa dalam Al-Qur'an.doc

354 dosa-dosa-yang-dianggap-remeh.doc

355 Drawer (source code).rar

356 DuaQuran.jar

357 HafalanShalatDelisa.zip

358 HOW TO BE A GOOD LISTENER.ppt

359 Internet and Dial Up Connection.doc

360 Kitab Tauhid - Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi.CHM

361 dc183.4shared.com/img/_21hsVBW/MITPress-IntroductiontoAlgorit.pdf

362 nikah (artikel).zip

363 p2w.jad

364 p2w.jar

365 PD English-Indonesia.jar

366 peer beny.txt

367 Persiapan_Menuju_Pernikahan.pdf

368 Posisi-Imam-dan-Makmum-dalam-S.pdf

369 program Faroidhwaris.zip

370 program waris.zip

371 program zakat.zip

372 proposal nikah.doc

373 PROTAP Perapotekan « Nasrul Wathoni.htm

374 resep_makanan.pdf

375 RiyadhusShalihin.zip

376 S60v3JarResize_v0_1_.2_FIXED.rar

377 Scientific Calculator in C.rar

378 SetupQuranInWordInd1.3.zip

379 Shifat_Sholat_Nabi.chm

380 Shollu_3.08.2.rar

381 sifat-rasulullah.pps

382 silsilah_prophet_Muhammad.gif

383 SirahNabawiyahShafiyyur-RahmanAl-Mubarakfury.zip

384 SYARAHHADITSARBAINNAWAWI.PDF

385 tcipip socket.txt

386 tree_menu javascript.zip

387 Windows.Genuine.Advantage.Validation.v1.8.32.1.CRACKED.rar

388 389 23 Kiat Hidup Bahagia.zip

390 Akidah Setiap Muslim.zip

391 Al-Firqatun Najiyah.zip

392 Arba_in An-Nawawi 1.zip

393 Arba_in An-Nawawi 2.zip

394 Bimbingan Islam Untuk Pribadi & Masyarakat.zip

395 Biografi Ahlul Hadits.zip

396 Buku Hartono Ahmad Jaiz.zip

397 Bulughul Maram - Ibnu Hajar Al-Asqalany.zip

398 Dha_if Riyadhush Shalihin.zip

399 Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa.zip

400 Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari.zip

401 Fatawa Zakat.zip

402 Fatwa Syakh Muqbil - Ramadhan.zip

403 Hadits Arbain An-Nawawi.zip

404 Hari Raya.zip

405 Hishnul Muslim.zip

406 Ibadah - Edisi Lengkap Puasa.zip

407 Ibadah - Sifat Sholat Nabi.zip

408 Kiat Berpegang Teguh Dengan Agama Allah.zip

409 Kisah Mu_allaf.zip

410 Kitab At-Tauhiid.zip

411 Kitab Tauhid - Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At Tamimi.zip

412 kumpulan hadist_110507.zip

413 Maktabah Abu Salma 1.zip

414 Musthalahul Hadist.zip

415 Pembelaan Terhadap Sunnah.zip

416 Puasa Sabtu.zip

417 Sehari Di Kediaman Rasulullah.zip

418 Sepercik Cahaya Keindahan Islam .zip

419 Syarahul Arba'iina Hadiitsan An-Nawawiyah.zip

420 Tiga Landasan Utama - Syaikh Muhammad At-Tamimi.zip

421 Tuntunan Ramadhan.zip

422 Zawji_Istriku_Suamiku.zip

423 424 (2) Abu bakar.zip

425 (2) pdfcamp_setup.exe

426 wasiat_tidur_rasulullah.pdf

427 zikir_setelah_shalat.pdf

428 /_2______.pdf

429 3__wasiat_tidur_rasulullah.pdf

430 001_Fatiha.mp3 >

431 1001_teladan.zip

432 100pesan_nabi_untuk_wanita_salihah.zip

433 107_Maun.mp3

434 109_Kafirun.mp3

435 110_Nasr.mp3

436 111_Lahab.mp3

437 112_Ikhlas.mp3

438 113_Falaq.mp3

439 114_Nas.mp3

440 200faq_about_islam.zip

441 40 Nasehat Memperbaiki Rumah Tangga.zip

442 74wasiat_untuk_pemuda_islam.pdf

443 Abu bakar.zip

444 adab_berhubungan_badan.zip

445 al-hikam.zip

446 Allah Dekat Bersama Kita.zip

447 alquran_rahasia_angka.zip

448 bagaimana_menyentuh_hati.zip

449 bekal-pernikahan.zip

450 bekal_idul_adha.zip

451 belajar_bahasa_jepang_untuk_pemula.zip

452 cerita_islami.zip

453 chmtohtml.zip

454 Complete Guide to Ramadhan .zip

455 DALAM MIHRAB CINTA.zip

456 Dr. Abdullah Azzam - Masa Depan Islam.zip

457 /FiqhPrioritas.pdf

458 Futuuhul Ghaib - Sheikh Abdul Qadir Al jailani.zip

459 hadist_arbain.pdf

460 haidh_dan_nifas.pdf

461 Halal_dan_Haram_dalam_Islam.zip

462 himpunan_hadist_qudsi.zip

463 hukum meninggalkan shalat.zip

464 HukumTajwid.pdf

465 HyperChem Professional 7.02.rar

466 Ibadah Sholat.zip

467 Imam Mahdi.zip

468 Islamdilecehkan.zip

469 Islamic Names.zip

470 jihad-wanita.zip

471 kado perkawinan.zip

472 ketika_cahaya_hidayah_menerangi_qalbu.zip

473

kisah_sufi.pdf


474 kisah-nabi.zip

475 kisah2_tentang_kabah.zip

476 la tahzan.zip

477 Lembaga Bisnis Syariah.zip

478 madarijus_salikin-pendakian_menuju_allah.zip

479 mahkota cinta.zip

480 Malapetaka_Akhir_Zaman.pdf

481 manasik_haji_dan_umrah.pdf

482 mengenal_islam.pdf

483 Menghafal AlQuran.zip

484 dc111.4shared.com/img/OkvCGJoX/0.30546237363653916/meraih_hidup_bahagia.pdf

485 Motivasi.rar

486 Muhammad.HLP

487 Nama Anak Putera.zip

488 Nama Anak Puteri.zip

489 Namaku_Izrail.pdf

490 namaku izrail.zip

491 Novel Ayat Ayat Cinta.zip

492 oase iman.zip

493 pdfcamp_setup.exe

494 pembagian_waris.zip

495 Perjalanan_Menuju_Allah.pdf

496 pesona angkasa raya.zip

497 dc110.4shared.com/img/m8oO9Dry/0.840772206538818/pintu_pahala_dan_penghapus_dos.pdf

498 QARDHAWI.zip

499 quranjava.zip

500 risalah ramadhan.zip

501 Riyadhus Salihin1.zip

502 Riyadhus Salihin2.pdf.zip

503 Rumah Tangga.zip

504 Sehari di kediaman rasulullah - Abdul Malik bin Muhammad bin Abdur Rahman Al-Qasim.zip

505 sejarah_hidup_imam_ali_bin_abi_thalib.zip

506 sifat2_rasulullah_saw.zip

507 Sirah_Nabawiyah.pdf

508 sunnah_dan_bidah.zip >

509 tajwid.pdf

510 tanda kiamat.zip

511 TatananRumahIslami.pdf.zip

512 terapi_rasulullah_dalam_penyembuhan_penyakit_cinta.zip

513 terjemah Matan Al Ajrumiyah.zip

514 terjemahan.pdf

515 tuntunan_bertaubat_kepada_allah.zip

516 Tutorial Bahasa Arab.zip

517 Umar_Sulaiman_Al_Asyqor_-_Kisa.pdf

518 /wasiat_tidur_rasulullah.pdf

519 zikir_setelah_shalat.pdf

520 521 13_wasiat_Rasulullah_kepada_Al.pdf

522 /74_NASEHAT_UNTUK_PEMUDA.pdf

523 AHLUSSUNAH_WAL_JAMAAH.pdf

524 Al_Hikam__Ibnu_Athailah_.pdf

525 AL-BIDAYAH WAN NIHAYAH Masa Khulafa’ur Rasyidin.pdf

526 ALLAHADATANPATEMPAT(2).exe

527 Alquran_Flash.rar

528 AlQuranDigital.zip

529 AQIDAH.pdf

530 Asbabun Nuzul.rar

531 Barjanzi.pdf

532 BERBAKTI_KEPADA_ORANG_TUA.pdf

533 BIOGRAFI PARA HABIB DAN ULAMA.doc>

534 DOA_PUPUTAN.pdf

535 DOSA_DOSA_BESAR.pdf

536 Fathul_Baari_jilid_1___Ibnu_Ha.pdf

537 Fathul Baari Jilid 2 (Ibnu Hajar Al-Atsqalani).pdf 538 FIQIH_HAK_WARIS___FAROIDH__.pdf

539 Fiqih_Sunnah_Vol_I__Sayyid_Sab.pdf

540 HADIST QUDSI.chm>

541 HaditsWeb3.chm>

542 HaditsWeb3.zip>

543 HAK_WARIS.pdf

544 Ibn_Athaillah_Mengapa_Harus_Be.pdf

545 ILMU_YANG_BERMANFAAT.pdf

546 inilahahlussunnahwaljamaah.pdf

547 KEWAJIBAN_ORANG_TUA_KEPADA_ANA.pdf

548 kilauan-mutiara-hikmah-dari-na.pdf

549 KITABTAUHID.CHM>

550 kumpulan_doa.pdf

551 KUNCI_KEBAHAGIAAN.pdf

552 LaTahzanJgnBersedih.pdf

553 Meniti_Kesempurnaan_Iman.pdf

554 Menyingkap_Mitos_WAHABI.pdf

555 MUSYAWARAH_BURUNG_FATTAR.pdf

556 Nama_Anak_Putera.pdf

557 NAMA_ANAK_PUTRI.pdf

558 NasehatUntukKeluargaMuslim.pdf

559 perkawinan_dibawah_tangan.pdf

560 Ringkasan_Kitab_Hadist_Shahih_.pdf

561 Ringkasan_Kitab_Hadist_Shahih_.pdf

562 Riyadhus-Shalihin.zip>

563 SEJARAH_ILMU_LADUNI.pdf

564 SIRRUL_ASSRAR_dari_Syeikh_Abdu.pdf

565 Tajwid.exe

566 tazkiyyatun_nafs_1.pdf

567 TerjemahHaditsArbainAn-Nawawiy.pdf

568 Umar Sulaiman al-Asyqar - Ikhlas.zip

569 Untaian_Mutiara_Hikmah_vol_1.pdf

570 Untaian_Mutiara_Hikmah_vol_2.pdf

571 ZADUL MAAD_Bekal Menuju Akhirat.pdf

572 573 100_tokoh.chm

574 ahmadiyah.chm

575 akar_akar_penghinaan.chm

576 Akidah Setiap Muslim.chm

577 Al-Firqatun Najiyah.chm

578 alquran_rahasia_angka.chm

579 Arba'in An-Nawawi 1.CHM

580 Arba'in An-Nawawi 2.CHM

581 Artikel_Islam_ Islamology.chm

582 Bagaimana Seorang Muslim Berfikir.CHM

583 bahasa_jawa_setahun.pdf

584 Bangsa Musnah.chm

585 Bebarapa Rahasia Al-Qur'an.CHM

586 Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme.CHM

587 Berang-berang Sang Ahli Pembuat Bendungan.CHM

588 Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur.CHM

589 bukti_kebenaran_alquran.chm

590 Bunga Rampai (Seri 04).chm

591 Bunga Rampai (Seri 05).chm

592 Bunga Rampai (Seri 06).chm

593 Bunga Rampai (Seri 07).chm

594 Bunga Rampai (Seri 08).chm

595 Bunga Rampai (Seri 09).chm

596 Bunga Rampai (Seri 10).chm

597 Bunga Rampai (Seri 11).chm

598 Cara Cepat Meraih Keimanan.CHM

599 Cita Rasa Seni Warna Ilahi.CHM

600 Debat_Kairo-Islam_versus_Kristen.CHM

601 DNA dan Hari Akhir.chm

602 Dosa-dosa Yang Dianggap Biasa.CHM

603 Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari.CHM

604 Fatwa Syakh Muqbil - Ramadhan.chm

605 Halal & Haram Dalam Islam (DR. Yusuf Qardhawi).CHM

606 himpunan_hadist_qudsi.chm

607 Hukum-Hukum Zakat (DR. Yusuf Qardhawi).CHM

608 Indahnya Islam Kita.CHM

609 Pesona di Alam Raya.CHM

610 sejarahinjil.chm

611 612 4_Kalimah_Dalam_Al-Quran_-_Abu.pdf

613 Abul_Ala_Al-Maududi.pdf

614 Al-Imam_Al-Banna_Memperingati_.pdf

615 Al-Jihad_Adalah_Jalan_-Mustaph.pdf

616 Al-Mathurat_-_Hassan_Al-Banna.pdf

617 Al-Mukminah_As-Solehah_-_Musta.pdf

618 Al-Quran_Adalah_Kitab_Samawi_T.pdf

619 Allah_Dalam_Aqidah_Islamiyah_-.pdf

620 Amal_Jamai_Gerakan_Bersama_-Mu.pdf

621 Answer_to_Non-Muslim_-_Dr_Zaki.pdf

622 Antara_Semalam_Dan_Hari_Ini_-_.pdf

623 Apa_Ertinya_Anda_Seorang_Musli.pdf

624 Apa_Ertinya_Saya_Menganut_Isla.pdf

625 Asas-Asas_Akhlak_Bagi_Harakah_.pdf

626 Asas-Asas_Islam_-_Abul_Ala_Al-.pdf

627 AUKU_-_BM.pdf

628 Bacaan_Asas_10_Pertama_Perubat.pdf

629 Bagaimana_Kita_Menyeru_Kepada_.pdf

630 Bagaimana_Menyentuh_Hati-_Abba.pdf

631 Bahaya_Zina_-_Ibn_Qayyim_Al-Ja.pdf

632 Bait Syair Terpilih.doc 633 Beberapa_Pelajaran_Dalam_Amal_.pdf

634 Beberapa_Studi_Tentang_Islam_-.pdf

635 Belajar Mudah Membaca Al-Qur'an.exe

636 Benarkah_Wali_Allah_Itu_Wujud_.pdf

637 Biografi_Salahudin_Al-Ayyubi.pdf

638 Bukti_Penguat_Ikhlas_-Dr_Yusuf.pdf

639 Bunga_Rampai_Fatwa_Yusuf_Qardh.pdf

640 Cara Bermazhab Mengikut Imam Syafie.doc

641 Cara_Hidup_Islam_-Abul_Ala_Al-.pdf

642 Concept_of_God_in_Major_Religo.pdf

643 Dakwah_Fardiah_-_Mustapha_Masy.pdf

644 Dakwah_Kita_-Hassan_Al-Banna.pdf

645 Dasar-Dasar_Islam_-_Abul_Ala_A.pdf

646 Detik awal sinar Islam di alam maya ini bermula dengan pancaran cahaya wahyu Ilahi melalui kalimah Iqra bermaksud.docx

647 Detik-detik_Hidupku_-Hasan_Al-.pdf

648 Fatwa_Al-Qaradhawi_-Hukum_Berd.pdf

649 Fatwa_Al-Qaradhawi.PDF

650 Fatwa-Fatwa_Kontemporer_-Dr_Yu.pdf

651 Fiqh_Al-Sirah_1_-_Muhammad_Sai.pdf

652 Fiqh Awlawiyat -Dr. Yusuf Al-Qardhawi.exe 653 Fiqh_Daulah_-Yusuf_Qadhawi.pdf

654 Fiqh_Minoriti_-Yusuf_Qardhawi.pdf

655 Fiqh_Prioritas_-DrYusuf_Qaradh.pdf

656 Fiqh_Zakat_-Yusuf_Qardhawi.pdf

657 Generasi_Pemuda_dan_Perubahan_.pdf

658 Genuine Ur Windows.exe

659 Hadis_40_-_Imam_An-Nawawi.pdf

660 Hak_Asasi_Manusia_dan_Pengamal.pdf

661 Halal Dan Haram Dalam Islam - Dr. Yusuf Al-Qardawi...HLP 662 Hari esok untuk Islam.doc

663 Haza_Ad-Deen_-Sayyid_Qutb.pdf

664 Hazaad-Deen_-Sayyid_Qutb.pdf

665 Himpunan_Risalah_Hassan_Al-Ban.pdf

666 Hukum_Menghadiahkan_Pahala_Al-.pdf

667 Iman_Senjata_Utama_Takwa_Bekal.pdf

668 imansenjatautamatakwabekalanut.pdf

669 Islam_Dakwah_Yang_Syumul_-Yuso.pdf

670 Islam_Dan_Jahiliah_-_Abul_Ala_.pdf

671 Jadual_Radio_Ikimfm.pdf

672 Jalan_Dakwah_-_Mustafa_Masyur.pdf

673 Jawaban atas - Menagapa aku keluar dari syiah.docx

674 Kamulah_Mulia_Jika_Kamu_Berima.pdf

675 Ke_arah_kesatuan_Gerakan_Islam.pdf

676 Keajaiban_Al-Quran_-_Harun_Yah.pdf

677 Kemana_Kita_Menyeru_-_Imam_Has.pdf

678 Kenapa_Aku_Meninggalkan_Syiah_.pdf

679 Keutamaan_Membaca_Dan_Mengkaji.pdf

680 Kewajiban_Orang_Arab_Ke_Atas_P.pdf

681 Kisah Pemuda Sombong.pps

682 kitab azan & iqamah.doc

683 Konspirasi_Musuh_Islam_-Mustap.pdf

684 konspirasimusuhislam.pdf

685 Kumpulan Hadith Sahih...chm

686 Marifatullah_-Said_Hawwa.pdf

687 Madrasah_Tarbiyyah_Hassan_Al-B.pdf

688 Manhaj_Hidup_Muslim_-Sayyid_Qu.pdf

689 Masalah_Umat_Islam_Kini_dan_Pe.pdf

690 Membina Blog Pertama Anda.docx

691 Menghafal_Al-Quran_-Yusof_Qard.pdf

692 Minta_Bantuan.jpg

693 Misi_Ulama_Tasauf_ke_Arah_Bera.pdf

694 Misykaatul Anwar - Imam Al-Ghazali...exe

695 MS Word 2007 to PDF.exe

696 Mushaf-Al-Quran.zip

697 Penyaksian_Terhadap_Kebenaran_.pdf

698 Peranan_Pelajar_-Abul_Ala_Al-M.pdf

699 Perlembagaan_Persekutuan.pdf

700 Petunjuk_sepanjang_Jalan_-_Sye.pdf

701 Polis__Hak2_Asasi_Anda.pdf

702 Proses_Revolusi_Islam_-_Abul_A.pdf

703 Rintangan_Perjuangan_Dalam_Keh.pdf

704 Risalah Taalim.doc

705 Risalah_Tsulasa_Edisi_1.pdf

706 Risalah_Tsulasa_Edisi_2.pdf

707 Risalah_Tsulasa_Edisi_3.pdf

708 Tsulasa_Edisi_4.pdf

709 Risalah_Tsulasa_Edisi_5.pdf

710 Risalah_Tsulasa_Edisi_6.pdf

711 Risalah_Untuk_Wanita_Muminah_-.pdf

712 Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi...exe

713 Riyadhus_Shalihin_1.pdf

714 Riyadhus_Shalihin_2.pdf

715 Salah_Faham_Terhadap_Islam_-_S.pdf

716 Satu_Saranan_-Imam_Hassan_Al-B.pdf

717 Sifat-Sifat_Dai_Ke_Jalan_Allah.pdf

718 Sifat-Sifat_Rasulullah_-Said_H.pdf

719 Sirah_Nabawiyah_-_Said_Ramadha.pdf

720 Siri_Mengenali_Masalah_Ummat_-.pdf

721 Sistem_Masyarakat_Islam_-Yusof.pdf

722 Sunnah__Bidah_-Yusuf_Qardhawi.pdf

723 Syamail_-Imam_Nawawi.PDF

724 Syarah_Usul_20.pdf

725 Tafsir_Surah_Yaasin_dari_Persp.pdf

726 Tanggungjawab_Pemuda_Islam_Har.pdf

727 Tarbiyah_Islam__Madrasah_Hasan.pdf

728 Tatanan_Rumah_Islami_-Said_Haw.pdf

729 Terjemahan_Al-Quran_dalam_Baha.pdf

730 The_Quran_and_Modern_Science_-.pdf

731 Tuntutan_Bertaubat_Kepada_Alla.pdf

732 Usrah_Dan_Dakwah_-_Hassan_Al-B.pdf

733 Usul_20_-_Hassan_Al-Banna.pdf

734 Wahai Pemuda.doc

735 Waktu Solat.exe

736 /z9s9eYgA/___online.pdf

737 مخلوق هالوس دان فياكيت.pps 738 dc150.4shared.com/img/VaDYLauc/___.pdf

739 740 Imam_Adz-Dzahabi_Dosa-dosa_Bes.pdf

741 AbuHasanal-Asyari-al-IbanahanUshulad-Diyanah.zip

742 adj.zip

743 Agama Adalah Nasehat.doc

744 AKHLAK MUJAHID.doc

745 Al Bidayah wan Nihayah (Masa Khulafaur Rasyidin) (Ibnu Katsir).pdf

746 dc131.4shared.com/img/u_mQF8Xa/Al_Itisham__Buku_Induk_Pembasa.pdf



747 ALQOIDUN CHM.CHM

748 arabickeyboard.chm

749 Belajar_Bahasa_Arab.pdf

750 Bimbingan_Bahasa_Arab_-_Buku_1.pdf

751 Bimbingan_Bahasa_Arab_-_Buku_2.pdf

752 Bimbingan_Bahasa_Arab_-_Buku_3.pdf

753 Bulughul_Maram__Ibnu_Hajar_Al-.pdf

754 Copy_of_Belajar_Bahasa_Arab.pdf

755 Daulah+Nabawiyah_Final.doc

756 Desk.rar

757 Doa_Dan_Zikir_Nabawi_-_Sheikh_.PDF

758 Fatwa Salah Bunuh muslim.doc

759 Ibnul Qayyim al-Jauziyyah - Tamasya Ke Syurga.zip

760 Interview As-Sahab - Abu Dujanah Al-Khurosany.doc

761 ire.rar

762 Kado Untuk Para Mujahidah.doc

763 kenapa kami berjihad.doc

764 Kitab At Tauhid - Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.CHM

765 Kumpulan Khuthbah dan Tulisan Syaikh Abu Mush'ab Al-Zarqowiy - arab.chm

766 Kunci_kebahagiaan__Ibnu_Qayyim.pdf

767 Kutub At-Tis'ah.zip

768 Mahir_CorelDraw_12.pdf

769 Maka Pergilah Bersama Robbmu...!.doc

770 materi_tarbiyah.chm

771 membela tanah air umat Islam.doc

772 Menang kalah dalam perjuangan.doc

773 Nasehat kepada Ahlul Jihad.doc

774 Panduan hukum Islam (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).pdf

775 Panduan_Lengkap_Memakai_Adobe_.pdf

776 PANDUAN MENJADI HACKER MUSLIM menyerang salibis.doc

777 Pendakian menuju Allah (Madarijus Salikin) (Ibnul Qayyim Al Jauzi).pdf

778 Pertolongan__Kemenangan_Dari_A.pdf

779 Pesan untuk Saudari Muslimah.doc

780 Photoshop_CS3.pdf

781 Qadha dan Qadar (Ibnu Qayyim al-Jauziyah).pdf

782 Seni_Manipulas_Foto__Photoshop.pdf

783 Shulthon al-‘Utaibiy - risalah utk penuntut ilmu.doc

784 Syaikh 'Abdullah 'Azzam - Adzkar Mujahidin.doc

785 Syaikh 'Abdullah 'Azzam - An-Nihayah wal Khulashah.doc

786 Syaikh Abdul Aziz Sholih Al-Jarbu' - HUKUM BUNUH DIRI.DOC

787 Syaikh_Abu_Haritsah_Al_Baghdad.pdf

788 Syaikh Abu Jandal al-Azdiy - Kisah para Buron.doc

789 Syaikh Abu Jandal al-Azdiy - Tahridlul Abthol.doc

790 Syaikh Abu Qatadah - Rambu-rambu Thaifah Manshurah.doc

791 Syaikh Abu Umar As-Saif - Kepada penuntut ilmu.doc

792 Syaikh Ayman Azh-Zhowahiri - Dari Rahim IM ke Pangkuan Al-Qaida.doc

793 Syaikh Ayman Azh-Zhowahiri - Ibnu Baz Antara Hakikat dan Praduga.doc

794 Syaikh_Ayman_Azh-Zhowahiri_-_M.pdf

795 Syaikh Ayman Azh-Zhowahiri - Qiro-ah Li Ahdats.doc

796 Syaikh_Bakar_Al_Kinani_-_Supay.pdf

797 Syaikh Harist Abdussalam Al-Mishry - Mereka Berkata, Maka Katakanlah!.doc

798 Syaikh Husein Mahmud - bantahan kpd para kritikus & kepolosan mujahidin.doc

799 Syaikh Ibnu Qudamah An-Najdi - Kasyful Litsam.doc

800 Syaikh Jabir bin Abd.Qoyyum - Cara Tepat Mati Syahid.doc

801 Syaikh Sulaiman Al-'Ulwan - Pertolongan Allah Telah Dekat.doc

802 Syaikh Yusuf Al-'Uyairi - Hakikat Perang Salib Baru.DOC

803 Syaikh Yusuf Al-'Uyairy - Petunjuk Praktis Menjadi Mujahid.doc

804 Syaikh_Yusuf_Sholeh_Al-Uyairi_.pdf

805 Tarbiyah Jihadiyah 1.doc

806 Tarbiyah Jihadiyah 2.doc

807 Tentang Syaikh Yusuf bin Sholih al-'Uyairiy Al Battar.doc

808 terjemah_kaifa tasbiqu al-ulama.doc

809 tidak shodaqoh dan tidak jihad.doc

810 trjemah_hafidat.rar

811 Wasiyat Syaikh Abdulloh Azzam.doc

812 Zadul maad.pdf

813 814 2__Melawan_Penguasa_murtad_-_.pdf

815 2__Syaikh_Usamah_Bin_Laden_-_.pdf

816 /1986.jpg

817 4_Syuyukh_-_Berbaiat_Untuk_Kem.pdf

818 Abdul Mun'im Musthafa Halimah - FATWA PENGKAFIRAN SYAIKH YUSUF Qardhawi.doc

819 Abdul_Qadir_bin_Abdul_Aziz_-_a.pdf

820 Abdul_Qadir_Bin_Abdul_Aziz_-_m.pdf

821 Abu Jandal al-Azdi - Kisah Orang-orang Buron dalam Islam.zip

822 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

823 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

824 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

825 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

826 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

827 Abu Muhammad Al Maqdisiy - Wawancara dengan Majalah Nidaaul Islam.doc

828 Abu Muhammad Al-Maqdisi - Dialog Dengan Tentara Thoghut.doc

829 Abu Muhammad Al-Maqdisi - Inilah Manhaj Kami.doc

830 Abu Muhammad Al-Maqdisi - Seruan Memerangi Madkholiyah.doc

831 Adab-adab_Peperangan.pdf

832 AGAMA_DEMOKRASI.doc

833 Ali Ghufran - Risalah Tadzkirah Untuk Para Ulama_.zip

834 An_nihayah_wal_khulasoh_azzamp.pdf

835 Bantahan_Teror_berkedok_Jihad.pdf

836 beda_mati_syahid_dan_mati_kafi.wmv

837 buku-panduan-mujahid.pdf

838 DAKWAH “SALAFY” DAKWAH MURJI'AH (MEMBONGKAR KEBOHONGAN ALI HASAN AL KADZDZAB) oleh Abu Muhammad Al Maqdisiy .rtf

839 Dewan_Syariah_Daulah_Islam_-_P.pdf

840 hukum-ahlu-dzimah_-s-abd-qodir.pdf

841 hukum-berkaitan-dng-negara_-s-.pdf

842 iman dan kufur - syaikh abdul aziz.doc

843 indonesia Islam Atau Kafir.doc

844 Inilah Jalan Yang Kupilih - Abu Silah Al-Harby.zip

845 jihad-melawan-penguasa-_-s-abd.pdf

846 kado istimewa 1 no pass.docx

847 kado istimewa 2 no pass.docx

848 kado istimewa 3 no pass.docx

849 Kado istimewa 4 - tahun baru nopass.docx

850 Kado istimewa 5 - Gift 2 (nonSecured).doc 851 Kado_Untuk_Para_Mujahidah.pdf

852 KAWAN_ATAU_LAWAN.DOC

853 Kepada Saudari Kami Tercinta.doc

854 Kepada yang enggan berjihad.doc

855 Ketika Mashlahat Dakwat Dipertuhankan.doc

856 dc172.4shared.com/img/If9CFO-a/KITAB_TAUHID.pdf



857 kumpulan kisah syuhada bi-idznillah.doc

858 Maka Pergilah Bersama Robbmu...!.doc

859 Melawan_Penguasa_murtad_-_abdu.pdf

860 dc150.4shared.com/img/F_S4DKva/menghadapi_introgasi.pdf

861 Muhammad bin Abdul Wahab - Kasyfusy Syubhat.zip

862 nasehat buat ahlul jihad.doc

863 nasehat dan nida'at ustadz urwah versi cetak.rar

864 orang kafir, kawan atau lawan, tinjauan kasus bom bali.doc

865 PARA PENGKHIANAT REVISI.doc

866 pengadilan bagi thoghut.doc

867 risalah asy-syahid Urwah rohimahullah.zip

868 Sebuah renungan perjalanan jihad - Maka Pergilah Bersama Robbmu...!.doc

869 seruan ulama untuk jihad.doc

870 surat terbuka syaikh usamah kpd bin baaz.doc

871 dc105.4shared.com/img/gkwUWcdL/Syaikh_AbdQodir_bin_AbdAziz_-_.pdf

872 dc105.4shared.com/img/9l3laBkP/Syaikh_AbdQodir_bin_AbdAziz_-_.pdf

873 dc94.4shared.com/img/D9VJnvqm/Syaikh_Abdul_Qodir_Abdul_Aziz_.pdf

874 dc94.4shared.com/img/S_mhDmza/Syaikh_Abu_Bashir_At-Tarthusi_.pdf

875 Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi - Inilah Manhaj Kami.doc 876 dc96.4shared.com/img/gu2jZ65L/Syaikh_Abu_Muhammad_Al-Maqdisi.pdf

877 dc96.4shared.com/img/vRb-O9gt/Syaikh_Abu_Mushab_Al-Zarqowi_-.pdf

878 dc105.4shared.com/img/d6HSSLcu/Syaikh_Abu_Mushab_Az-Zarqowi_-.pdf

879 dc105.4shared.com/img/A4cs89ly/Syaikh_Abu_Qatadah_Al-Filisthi.pdf

880 dc105.4shared.com/img/kU0Tz6sF/Syaikh_Abu_Umar_As-Saif_-_Bom_.pdf

881 Syaikh Ayman Az-Zawahiri_Pemerintahan Yang Tidak Menerapkan Hukum Allah.doc 882 dc105.4shared.com/img/vSrqPHBt/Syaikh_Ibnu_Qudamah_An-Najdi_-.pdf

883 dc105.4shared.com/img/7kP5G3fX/Syaikh_Jabir_bin_AbdQoyyum_-_C.pdf

884 www.4shared.com/img/EZEW6GJh/Syaikh_Usamah_Bin_Laden_-_Syar.pdf

885 dc184.4shared.com/img/xqgdYoOL/Syaikh_Abu_Umar_As-Saif_-_Bom_.pdf

886 dc105.4shared.com/img/QimvqSm9/Syaikh_Yusuf_AlUyairi__Hukum_M.pdf

887 dc105.4shared.com/img/rpN-bhxP/Syaikh_Yusuf_AlUyairi__Yang__T.pdf

888 dc96.4shared.com/img/GPKGyMpF/Syaikh_Yusuf_AlUyairy__Idhoat_.pdf

889 dc96.4shared.com/img/J9XHT5Fu/Syaikhul_Islam_Abdul_Qodir_bin.pdf

890 dc96.4shared.com/img/XvxKdJWP/Syeikh_Imam_Usamah_bin_Ladin_-.pdf

891 Taujihat_Manhajiyyah_3.doc

892 TAUJIYAH_MANHAJIYAH_2.doc

893 tebar_tunai.DOC

894 The_al_Qaeda_Training_Manual.pdf

895 tidak shodaqoh dan tidak jihad-Ceramah oleh qoedatul jihad di jazirah arab.doc

896 umar saif2.doc

897 wajib-untuk-berhukum-kepada-sy.pdf

898 899 Bulughul Maram.CHM

900 dsg.zip

901 ibnmajah_0002.djvu

902 ibnmajah_0003.zip

903 Nashiruddin al-Albani - Shahih Sunan Ibnu Majah [Jilid 1].zip

904 Ringkasan Shahih al Bukhari 1 -- al Albani.djvu

905 Ringkasan Shahih al Bukhari 2 -- al Albani.djvu

906 Ringkasan Shahih al Bukhari 3 -- al Albani.djvu

907 Ringkasan Shahih al Bukhari 4 -- al Albani.djvu

908 Ringkasan Shahih al Bukhari 5 -- al Albani.djvu

909 Ringkasan Shahih Muslim 1 -- al Albani.djvu

910 Ringkasan Shahih Muslim 2 -- al Albani.djvu

911 Riyadhus_Shalihin_--_an_Nawawi.pdf

912 SHAHIH ADABUL MUFRAD.CHM

913 Shahih at Targhib wa at Tarhib 1 --- al Albani.pdf

914 Shahih Jami' ash Shaghir 1 --- al Albani.pdf

915 Shahih Sunan at Tirmidzi 1 -- al Albani.djvu

916 Shahih Sunan at Tirmidzi 2 -- al Albani.djvu

917 Shahih Sunan at Tirmidzi 3 -- al Albani.djvu

918 Shahih Sunan ibn Majah 1 -- al Albani.djvu

919 Shahih Sunan ibn Majah 2 -- al Albani.djvu

920 Shahih Sunan ibn Majah 3 -- al Albani.djvu

921 Silsilah Hadits Dha'if 1 --- al Albani.pdf

922 Silsilah_Hadits_Dhaif_2_---_al.pdf

923 silsilah hadits dhaif I-IV.chm

924 Silsilah Hadits Shahih 1 --- al Albani.pdf

925 Silsilah_Hadits_Shahih_2_---_a.pdf

926 Studi_Kritis_Sunan_Abu_Dawud.pdf

927 Syarh_Hadits_Arbain_an_Nawawi-.pdf

928 Terjemah Shahih Muslim [Buku 1].zip

929 Terjemah Shahih Muslim [Buku 2].zip

930 Terjemah Shahih Muslim [Buku 3].zip

931 Terjemah Shahih Muslim [Buku 4].zip

932 Terjemah Shahih Muslim [Buku 5].zip

933 Terjemah Shahih Muslim [Buku 6].zip

934 Ust 'Amman januari 2009.rmvb

935 936 Abdul Qadir bin Abdul Aziz - al-Jami fi Thalabil Ilmisy Syarif.zip

937 Abdurrahman bin Abdulkhaliq - Harakah Jihad Ibnu Taimiyah.zip

938 Abu Ibrahim Muhammad Daud - The Secret of Jihad Moro.zip

939 Abu Muhammad al-Maqdisi - Agama Demokrasi.zip

940 Amru Abdul Mun'im Salim - Taisir Ulumul Hadits.zip

941 Anak2 perindu syahadah.rmvb

942 Hafidz Abdurrahman - Ulumul Quran Praktis.zip

943 Hartono Ahmad Jaiz - Menangkal Bahaya JIL dan FLA.zip

944 Ibnu Katsir - Tafsir al-Qur'anul 'Azhim [Juz 9].zip

945 Ibnul Jauzi - Air Mata Cinta Pembersih Dosa.zip

946 ire.rar 947 Muhammad bin Abdul Wahab - Kitab at-Tauhid.zip

948 ringkasan_minhajus_sunnah_-_ib.pdf

949 Sayyid Quthb - Mengapa Aku Dihukum Mati.zip

950 Sayyid Quthb - Petunjuk Jalan [Ma'alim fi ath-Thariq].zip

951 SMART_MACHINE_SYSTEM.PDF

952 syarah kitab aqidah al wasithiyah - ibnu taimiyah.djvu

953 SYARAH KITAB AQIDAH AL-WASITHIYAH.CHM

954 TIK6.zip

955 TIK9.djvu

956 WinDjView-0.5.exe

957 958 Tafsir Ibnu Katsir Juz 1.pdf

959 Tafsir Ibnu Katsir Juz 2.pdf

960 Tafsir_Ibnu_Katsir_Juz_3.pdf

961 Tafsir Ibnu Katsir Juz 4.djvu

962 Tafsir Ibnu Katsir Juz 5.djvu

963 Tafsir Ibnu Katsir Juz 6.djvu

964 Tafsir Ibnu Katsir Juz 7.djvu

965 Tafsir_Ibnu_Katsir_Juz_8.pdf

966 Tafsir Ibnu Katsir Juz 9.djvu

967 Tafsir_Ibnu_Katsir_Juz_9.pdf

968 Tafsir Ibnul Qayyim.pdf

969 970 Ayat_pilihan.pdf

971 001__Al-Fatihah.pdf

972 060__066.pdf

973 063__Al-Jumuah.pdf

974 064__At-Taghabun.pdf

975 Al-Mulk.pdf

976 068__Al-Qalam.pdf

977 069__Al-Haqqah.pdf

978 070__Al-Ma_aarij.pdf

979 071__Nuh.pdf

980 072__Al-Jinn.pdf

981 073__Al-Muzzammil.pdf

982 074__Al-Muddatstsir.pdf

983 075__Al-Qiamat.pdf

984 076__Al-Insan.pdf

985 077__Al-Mursalat.pdf

986 078__An-Naba_.pdf

987 079__An-Naazi_aat.pdf

988 080__Abasa.pdf

989 081__At-Takwir.pdf

990 082__Al-Infitar.pdf

991 083__Al-Mutaffifin.pdf

992 084__Al-Insyiqaq.pdf

993 085__Al-Buruj.pdf

994 086__At-Tariq.pdf

995 087__Al-A_la.pdf

996 088__Al-Ghasyiyah.pdf

997 089__Al-Fajr.pdf

998 090__Al-Balad.pdf

999 091__Asy-Syams.pdf

1000 092__Al-Layl.pdf

1001 093__Adh-Dhuha.pdf

1002 094__Al-Insyirah.pdf

1003 095__At-Tin.pdf

1004 096__Al-Alaq.pdf

1005 097__Al-Qadr.pdf

1006 098__Al-Bayyinah.pdf

1007 099__Az-Zalzalah.pdf

1008 100__Al-_Adiyat.pdf

1009 101__Al-Qari_ah.pdf

1010 102__At-Takathur.pdf

1011 103__Al-_Asr.pdf

1012 104__Al-Humazah.pdf

1013 105__Al-Fiil.pdf

1014 106__Quraisy.pdf

1015 107__Al-Ma_un.pdf

1016 108__Al-Kauthar.pdf

1017 109__Al-Kafirun.pdf

1018 110__An-Nashr.pdf

1019 111__Al-Masad.pdf

1020 112__Al-Ikhlas.pdf

1021 113__Al-Falaq.pdf

1022 114__An-Nas.pdf

1023 1024 2__Melawan_Penguasa_murtad_-_.pdf

1025 2__Syaikh_Usamah_Bin_Laden_-_.pdf

1026 4_Syuyukh_-_Berbaiat_Untuk_Kem.pdf

1027 Abdul Mun'im Musthafa Halimah - FATWA PENGKAFIRAN SYAIKH YUSUF Qardhawi.doc

1028 Abdul_Qadir_bin_Abdul_Aziz_-_a.pdf

1029 Abdul_Qadir_Bin_Abdul_Aziz_-_m.pdf

1030 Abu Jandal al-Azdi - Kisah Orang-orang Buron dalam Islam.zip

1031

Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf


1032 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

1033 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

1034 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

1035 Abu_Muhammad_Ashim_al-Maqdisy_.pdf

1036 Abu Muhammad Al Maqdisiy - Wawancara dengan Majalah Nidaaul Islam.doc

1037 Abu Muhammad Al-Maqdisi - Dialog Dengan Tentara Thoghut.doc

1038 Abu Muhammad Al-Maqdisi - Inilah Manhaj Kami.doc

1039 Abu Muhammad Al-Maqdisi - Seruan Memerangi Madkholiyah.doc

1040 Adab-adab_Peperangan.pdf

1041 AGAMA_DEMOKRASI.doc

1042 Ali Ghufran - Risalah Tadzkirah Untuk Para Ulama_.zip

1043 An_nihayah_wal_khulasoh_azzamp.pdf

1044 Bantahan_Teror_berkedok_Jihad.pdf

1045 beda_mati_syahid_dan_mati_kafi.wmv

1046 buku-panduan-mujahid.pdf

1047 DAKWAH “SALAFY” DAKWAH MURJI'AH (MEMBONGKAR KEBOHONGAN ALI HASAN AL KADZDZAB) oleh Abu Muhammad Al Maqdisiy .rtf

1048 dc105.4shared.com/img/FBqvvXCo/Dewan_Syariah_Daulah_Islam_-_P.pdf

1049 dc167.4shared.com/img/saSApe-8/hukum-ahlu-dzimah_-s-abd-qodir.pdf

1050 dc167.4shared.com/img/2CuJwsGE/hukum-berkaitan-dng-negara_-s-.pdf

1051 iman dan kufur - syaikh abdul aziz.doc

1052 indonesia Islam Atau Kafir.doc

1053 Inilah Jalan Yang Kupilih - Abu Silah Al-Harby.zip

1054 jihad-melawan-penguasa-_-s-abd.pdf

1055 kado istimewa 1 no pass.docx

1056 kado istimewa 2 no pass.docx

1057 kado istimewa 3 no pass.docx

1058 Kado istimewa 4 - tahun baru nopass.docx

1059 Kado istimewa 5 - Gift 2 (nonSecured).doc

1060

Kado_Untuk_Para_Mujahidah.pdf


1061 KAWAN_ATAU_LAWAN.DOC

1062 Kepada Saudari Kami Tercinta.doc

1063 Kepada yang enggan berjihad.doc

1064 Ketika Mashlahat Dakwat Dipertuhankan.doc

1065 dc172.4shared.com/img/tTOPA3HV/KITAB_TAUHID.pdf



1066 kumpulan kisah syuhada bi-idznillah.doc

1067 Maka Pergilah Bersama Robbmu...!.doc

1068 Melawan_Penguasa_murtad_-_abdu.pdf

1069 menghadapi_introgasi.pdf

1070 Muhammad bin Abdul Wahab - Kasyfusy Syubhat.zip

1071 nasehat buat ahlul jihad.doc

1072 nasehat dan nida'at ustadz urwah versi cetak.rar

1073 orang kafir, kawan atau lawan, tinjauan kasus bom bali.doc

1074 PARA PENGKHIANAT REVISI.doc

1075 pengadilan bagi thoghut.doc

1076 risalah asy-syahid Urwah rohimahullah.zip

1077 Sebuah renungan perjalanan jihad - Maka Pergilah Bersama Robbmu...!.doc

1078 seruan ulama untuk jihad.doc

1079 surat terbuka syaikh usamah kpd bin baaz.doc

1080 Syaikh_AbdQodir_bin_AbdAziz_-_.pdf

1081 Syaikh_AbdQodir_bin_AbdAziz_-_.pdf

1082 Syaikh_Abdul_Qodir_Abdul_Aziz_.pdf

1083 Syaikh_Abu_Bashir_At-Tarthusi_.pdf

1084 Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi - Inilah Manhaj Kami.doc

1085 Syaikh_Abu_Muhammad_Al-Maqdisi.pdf

1086 Syaikh_Abu_Mushab_Al-Zarqowi_-.pdf

1087 Syaikh_Abu_Mushab_Az-Zarqowi_-.pdf

1088 Syaikh_Abu_Qatadah_Al-Filisthi.pdf

1089 Syaikh_Abu_Umar_As-Saif_-_Bom_.pdf

1090 Syaikh Ayman Az-Zawahiri_Pemerintahan Yang Tidak Menerapkan Hukum Allah.doc

1091 Syaikh_Ibnu_Qudamah_An-Najdi_-.pdf

1092 Syaikh_Jabir_bin_AbdQoyyum_-_C.pdf

1093 Syaikh_Usamah_Bin_Laden_-_Syar.pdf

1094 Syaikh_Abu_Umar_As-Saif_-_Bom_.pdf

1095 Syaikh_Yusuf_AlUyairi__Hukum_M.pdf

1096 Syaikh_Yusuf_AlUyairi__Yang__T.pdf

1097 Syaikh_Yusuf_AlUyairy__Idhoat_.pdf

1098 Syaikhul_Islam_Abdul_Qodir_bin.pdf

1099 Syeikh_Imam_Usamah_bin_Ladin_-.pdf

1100 Taujihat_Manhajiyyah_3.doc

1101 TAUJIYAH_MANHAJIYAH_2.doc

1102 tebar_tunai.DOC

1103 The_al_Qaeda_Training_Manual.pdf

1104 tidak shodaqoh dan tidak jihad-Ceramah oleh qoedatul jihad di jazirah arab.doc

1105 umar saif2.doc

1106 wajib-untuk-berhukum-kepada-sy.pdf

1107 1108 (2) Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Koreksi Atas Buku Qoulul Qothi'.doc

1109 (2) Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Wajib Berhukum Kepada Syari'at.doc

1110 Syaikh Abd.Qadir bin Abd.Aziz - Pembagian Status Negara Menurut Syareat.doc

1111 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - 5 Prinsip Kemenangan.doc

1112 Syaikh_AbdQodir_bin_AbdAziz_-_.pdf

1113 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Bantahan Atas Syubhat-syubhat.doc

1114 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Bantahan Untuk Safar Hawali.doc

1115 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Hukum Alat Musik & Lagu.doc

1116 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Hukum Demokrasi.doc

1117 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Hukum Menuntut Ilmu.doc

1118 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - jihad wanita.doc

1119 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Koreksi Atas Buku Qoulul Qothi'.doc

1120 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Pengertian I'daad & 'Adalaah.doc

1121 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Pengertian Thoifah Manshuroh.doc

1122 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Syubhat_Syaikh_Albani.doc

1123 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Tafsir QS.Al-Maidah 44.doc

1124 Syaikh Abd.Qodir bin Abd.Aziz - Wajib Berhukum Kepada Syari'at.doc

1125 1126 Ahlal Muru'ah.doc

1127 as-Syiddatas Syiddah!.doc

1128 Baiat Al-Zarqawi.doc

1129 ilhaq bil kafilah zarqawi.doc

1130 kembalinya_cucu_alqomi.doc

1131 La Yadhurrhuum 1 Perang; Ukuran Thaifah Manshurah.doc

1132 La Yadhurruhum 2 Taat Allah dan Rasul.doc

1133 La Yadhurruhum 3 Penggenggam Bara_Terjemah.doc

1134 La Yadhurruhum 4 Katakan Apakah Kalian.doc

1135 La Yadhurruhum 5 Allah Lebih berhak untuk kalian takuti.doc

1136 SIKAP KAMI KEPADA REZIM “KARZAI-ISME” IRAK….doc

1137 Syaikh Abu Mush'ab Al-Zarqowi - Ujian Sebelum Kemenangan.doc

1138 Syaikh_Abu_Mushab_Al-Zarqowi_-.pdf

1139 wa'ada ahfazh ibnu al-qomiy.doc

1140 1141 Imam_Usamah_bin_Ladin_-_Rambu-.pdf

1142 Syaikh Usamah bin Ladin - Taujihat Manhajiyah.doc

1143 Syaikh Usamah bin Ladin - Wawancara Aljazera 1998 M.doc

1144 Syaikh Usamah bin Ladin - Wawancara Aljazera 2001 M.doc