Tuesday, January 11, 2011

afirmasi positif hari demi hari

contoh mantra (baca: afirmasi positif) yang bisa Anda ucapkan untuk meneguhkan mentalitas dan keteguhan hati Anda dalam menjalani hidup lebih baik dari hari demi hari.

saya bisa, saya pasti bisa

dalam usaha itu, saya terus menerus membuat kemajuan dalam meraih tujuan-tujuan saya.

semua daya dan upaya saya, membuat saya makin kuat.

orientasi sejati saya adalah sukses mencapai hasrat hati dan jiwa.



Jangan sampai Anda memberikan afirmasi afirmasi negatif dalam diri Anda, karena itulah yang akan terjadi. Karena kejelekan itu lebih mudah terjadi daripada kebaikan.

Anda tidak harus terpaku dengan kata-kata itu, anda bisa merubah, memodifikasi seusaai dengan selera anda, yang terpenting adalah afirmasi itu positif bagi pertumbuhan mental dan emosi anda, sehingga akan menggerakkan fisik Anda pada hal-hal positif.

Kang Puji S.P.S

Monday, December 20, 2010

4 Kebohongan Paling Populer

Tahukah Anda, di usia 60 tahun, seorang pria pernah melakukan kebohongan sekitar 100.000 kali dan wanita berbohong sekitar 50.000 kali.

"Setiap hari, rata-rata seorang pria mengatakan hal yang tidak jujur sebanyak enam kali dan wanita sekitar tiga kali," kata Dr.Phil McGraw, psikolog yang sering menjadi narasumber di acara Oprah Winfrey Show ini.

Melakukan kebohongan kecil ini, menurut Matthew Fitzgerald, terkadang diperlukan untuk menjaga sebuah hubungan. "Biasanya pria berbohong untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan pasangannya. Sedangkan wanita berbohong untuk berbagai alasan, tapi terutama untuk menjaga hatinya agar tidak disakiti," katanya.

Secara umum, menurut Phil ada 4 kebohongan yang sering diucapkan pria dan wanita.

Wanita:
- Saya baik-baik saja.
- Saya pernah mendengar ini sebelumnya
- Ini murah kok, saya beli waktu ada diskon
- Saya sedang sakit kepala

Pria:
- Saya baik-baik saja
- Ini gelas alkohol/ rokok terakhir
- Kamu tidak terlihat gemuk kok
- Saya sedang dalam perjalanan ke tempatmu

kompas.com

Pendidikan Pesantren Dinilai Berhasil Bentuk Karakter

-Pola-pola pendidikan berbasis karakter yang berkembang di pondok
pesantren dinilai berhasil.Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan
Nasional ingin memasukkan tradisi pendidikan pesantren ke sekolah umum.

Hal
tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad
Nuh, pada Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Pola
Pendidikan Pesantren di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas),
Jakarta, Jumat (10/12). Dia menyatakan, pada 2011 pendidikan karakter
dijadikan gerbong untuk menanamkan karakter mulai dari sekolah.

Mendiknas
mencontohkan, nilai-nilai yang diberikan dalam pendidikan karakter
adalah kepedulian dan kejujuran. "Kita kontekstualisasikan dengan
masalah korupsi, pendidikan bencana, lingkungan hidup, dan lalu lintas. "
ujarnya.

Prumusan pendidikan karakter, kata Mendiknas,
melibatkan unsur-unsur pondok pesantren, aktivis kristiani, dan lembaga
lainnya. "Yang ingin kita bangun nilai universal," ucapnya.

Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan,
kegiatan pesantren kilat di sekolah umum mulai jenjang sekolah dasar,
sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berkontribusi
terhadap pembentukan karakter, akhlak, budi pekerti, dan perilaku.

Tujuan
dari transfer pendidikan karakter di pesantren itu, sambung Mansyur,
adalah untuk pembentukan budaya sekolah yang dilakukan melalui
pembiasaan nilai positif di sekolah. “Target kita 2014 semua sekolah
sudah mulai menerapkan pendidikan karakter bangsa," katanya.republika.co.id

Pesantren Kilat Bagi Siswa SD

Sebanyak 200 siswa dari sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kapuas diikutkan pesantren kilat. Tujuannya, memberikan pendalaman tentang ilmu agama Islam.

Kegiatan dijadwalkan berlangung selama dua hari, terhitung sejak Selasa (21/12) dan Rabu (22/12) di ruang Masjid Agung Almukarram Kualakapuas mulai pukul 07.00-18.00 WIB.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Kapuas.
"Melalui peantren kilat ini, para peserta juga diharapkan dapat mengamalkan ajaran agama Islam dengan sebaik-baiknya," ujar ketua panitia Gusti Bahriansyah.

Kegiatan ini baru kali pertama digelar KKGPAI. Mengingat waktu pelaksanaan, panitia sejauh ini hanya mampu mengakomodasi para siswa dari empat kecamatan se-Kabupaten Kapuas.

Beberapa materi yang diajarkan kepada peserta tidak hanya menyangkut amaliah ibadah seperti berwudu dan pelaksanaan salat fardu dan sunnah, tapi juga materi tentang ilmu ketuhanan (tauhid).

Menurut Bahriansyah, pembiayaan kegiatan berasal dari DIPA Kemenag Kapuas 2010.
 banjarmasin.co.id